Anak Gagal Jadi TKI, Florentina Akhiri Hidup dengan Tali Nilon
Digtara.com | MEDAN – Florentina br Sagala diduga memilih mengakhiri hidup dengan seutas tali nilon karena kegagalan anaknya merantau bekerja ke Malaysia.
Baca Juga:
Wanita berusia 49 tahun itu ditemukan warga dalam keadaan tewas tergantung pada sebatang pohon di Perumahan Pemda, Lingkungan IX, Kelurahan Medan Selayang, Kecamatan Tuntungan, Senin (5/8/2019) sekitar pukul 06.30 WIB.
Korban diperkirakan mengakhiri hidupnya antara pukul 05.00-06.00 WIB. Menurut penuturan tetangga sekitar, beberapa hari terakhir Florentina sibuk mengurus rencana keberangkatan putranya menjadi TKI ke Malaysia.
Namun belakangan sang anak ternyata batal mengadu nasib ke negri Jiran karena kekurangan persyaratan di perusahaan penyalur. Padahal, visa si anak sudah diurusnya.
“Kami menduga dia sedih atau kecewa karena anaknya enggak jadi berangkat,” ujar Juniati Tarigan, warga sekitar.
Florentina mengakhiri hidupnya dengan seutas tali plastik yang diikatkan ke pohon tak jauh dari rumahnya.
Warga sekitar belum banyak tahu lebih detil perihal keluarganya karena Florentina baru mengontrak rumah itu sekitar empat bulan.
Namun menurut Kepala Lingkungan IX, Roni, dari informasi yang didengar di lingkungannya, suasana keluarga Florentina sering tampak kurang harmonis karena faktor ekonomi.
Saat ini jasad Florentina sudah dievakuasi dari lokasi kejadian oleh petugas polisi yang datang setelah menerima laporan dari warga. Jenazahnya selanjutnya dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit H Adam Malik.[win]
Petani di Amfoang Barat Daya Ditemukan Meninggal Pasca Terbawa Arus
Pelajar di Kabupaten Sikka-NTT Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik
Dihantam Gelombang Saat Memancing di Dermaga Sumba Timur-NTT, Warga Lampung Ditemukan Meninggal Dunia
Petani di Amfoang Utara-Kupang Ditemukan Tewas Terseret Arus
Warga TTU-NTT Tewas Tersengat Listrik