Jumat, 13 Maret 2026

Cerita Dibalik Si Gembala Sapi Lulus Sekolah Polisi

Imanuel Lodja - Sabtu, 03 Agustus 2019 04:11 WIB
Cerita Dibalik Si Gembala Sapi Lulus Sekolah Polisi

Digtara.com | KUPANG – Jalan hidup seseorang tak dapat diduga. Upaya dan kerja keras pun jika dilakukan dengan tekun akan membuahkan hasil yang baik.

Baca Juga:

Raut bahagia bercampur haru terpancar dari wajah Yonas Ben Baitanu, salah seorang calon siswa (Casis) bintara Polri lulus seleksi penerimaan terpadu anggota Polri panitia daerah (Panda) Polda NTT tahun 2019.

Ia menjadi satu dari 172 casis bintara Polri pria yang diterima masuk polisi dan hari-hari kedepan akan mengikuti pendidikan Polri di SPN Polda NTT.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini tidak menyangka bisa terpilih dari ratusan peserta yang mengikuti pengumuman akhir di Hotel Aston.

Sejak kecil, Yonas Baitanu, anak pasangan Ferdinand Baitanu dan Elisabeth Baitanu-Toasu ini memang memiliki cita-cita menjadi anggota Polri. Ia terinspirasi dari tetangganya pasangan suami istri yang juga anggota Polri.

Namun impiannya ia kuburkan karena ia menyadari tidak memiliki uang karena berasal dari keluarga kurang mampu. Sejak kecil, Yonas tinggal dengan kerabat ayahnya. Sehari-hari, Yonas yang tinggal di Jalan Sukun Kelurahan Belo Kecamatan Maulafa Kota Kupang provinsi NTT ini menggembalakan sapi peliharaan orang tuanya.

Waktu pagi hingga siang dimanfaatkan Yonas menjalani pendidikan. Siang hari setelah pulang sekolah, ia bertugas menjaga ternak sapi di padang hingga malam hari. Disela-sela menjaga sapi, ia pun harus mencari pakan untuk makanan sapi untuk malam hingga siang hari.

Walau sehari-hari beternak sapi, namun Yonas mampu menyelesaikan pendidikan jenjang sekolah dasar hingga SMA tepat waktu. Enam tahun ia menjalani pendidikan di SD Inpres Bertingkat Oepura 4, tiga tahun ia menyelesaikan pendidikan di SMPK Sancta Familia Sikumana dan tiga tahun berikutnya menamatkan pendidikan SMA di SMA Negeri 3 Kota Kupang.

Tamat SMA pada tahun 2017, ia menguburkan impiannya menjadi anggota Polri karena ketiadaan biaya. Seperti biasa ia menyibukkan diri beternak dan menggembalakan sapi peliharaannya.

Secara kebetulan ia bertemu anggota polisi yang juga tetangga nya dan menyarankan ia mendaftar penerimaan Polri. “Dari anggota polisi saya dapat pesan supaya belajar, berlatih dan berdoa,” ujarnya.

Di tahun 2018, Yonas pun memberanikan diri untuk mendaftar penerimaan Polri di Polres Kupang Kota namun kali ini ia kecewa karena tinggi badan kurang. Kegagalannya menjadi motivasi. Sambil menjaga ternak dan mencari pakan ternak, Yonas pun membuat tiang restok untuk menambah tinggi badan.

Selama satu tahun, ia rajin berlatih renang, lari dan restok. Usahanya tidak sia-sia. Saat mendaftar pada bulan Februari 2019 di Polres Kupang Kota, ia lulus seleksi administrasi.

Yonas pun semakin bersemangat. Ia juga mencari sejumlah buku untuk dipelajari menghadapi ujian psikologi dan ujian akademik. Aktivitas belajar dilakukan disela-sela ia menjaga ternak sapi. Sementara pada petang hari ia berlatih olahraga fisik.

Yonas mampu melewati setiap tahapan seleksi penerimaan Polri. Namun kekuatiran sempat muncul saat mengikuti seleksi kesehatan tahap II. “Saya kuatir karena pemeriksaan kesehatan tahap II meliputi pemeriksaan organ dalam yang kita tidka ketahui. Tapi saya tetap yakin walaupun saya sangat kuatir karena selama ini saya belum pernah periksa kesehatan dalam,” ujarnya.

Namun upaya dan jerih payahnya tidak sia-sia. Ia pun lulus tahapan seleksi kesehatan II hingga mengikuti pengumuman akhir dan dinyatakan lulus mengikuti pendidikan di SPN Polda NTT.

Ia juga berterima kasih atas dukungan dan motivasi dari orang tua, tetangga dan kerabat yang secara total mendukungnya.

Ia berharap tetap diberikan kekuatan dan kesehatan dari Yang Maha Kuasa agar bisa menjalani tujuh bulan masa pendidikan di SPN Polda NTT.

“Saya ingin membanggakan orang tua, bangsa dan negara serta daerah saya,” ujarnya soal motivasi menjadi anggota Polri.

Ia juga makin yakin kalau masuk menjadi anggota Polri tidak perlu menyiapkan uang tetapi harus dengan belajar dan usaha keras serta melatih diri secara baik.

Yonas juga membuktikan kalau tanpa uang yang banyak pun bisa menjadi anggota Polri. “Saya seorang gembala sapi, tapi saya bisa lulus. Ini berkat yang luar biasa. Selama ini saya pikir masuk polisi harus ada uang banyak, tetapi saya bisa buktikan kalau tanpa uang pun kita bisa menjadi anggota polisi asalkan ada usaha dan kerja keras,” tambah Yonas.[win]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sebarkan Berita Hoax Soal Polri, Pria di TTS-NTT Diamankan Polisi dan Minta Maaf

Sebarkan Berita Hoax Soal Polri, Pria di TTS-NTT Diamankan Polisi dan Minta Maaf

Rapim 2026, Kapolda NTT Tekankan Soliditas, Integritas dan Pelayanan Presisi

Rapim 2026, Kapolda NTT Tekankan Soliditas, Integritas dan Pelayanan Presisi

Sejumlah Pejabat Polres Belu Bergeser

Sejumlah Pejabat Polres Belu Bergeser

Warga Bakunase-Kupang Soroti Judi Sabu Ayam dan Minta Optimalkan Pos Polisi

Warga Bakunase-Kupang Soroti Judi Sabu Ayam dan Minta Optimalkan Pos Polisi

32 Anggota Polda NTT Dapat Penghargaan Kapolda NTT

32 Anggota Polda NTT Dapat Penghargaan Kapolda NTT

Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga

Impian Jadi Polisi Terwujud Melalui Prestasi Olahraga

Komentar
Berita Terbaru