Sabtu, 30 Agustus 2025

7 Tahun Hidup di Gubuk Derita, Syamsiah Kini Hidup di Rumah Layak Huni

- Selasa, 16 Juli 2019 07:58 WIB
7 Tahun Hidup di Gubuk Derita, Syamsiah Kini Hidup di Rumah Layak Huni

Digtara.com | Tepteng – Setelah selesai membedah rumah milik Syamsiah Panjaitan menjadi rumah layak huni, di kelurahan Kalangan, Kecamatan Pandan, kabupaten Tapanuli Tengah, selasa (16/7/2019) Kapolres Tapteng AKBP Sukamat didampingi Ketua Bahyangkara Ny Endah Sukamat menggelar syukuran.

Baca Juga:

Syukuran dilaksanakan sekaligus menyerahkan kunci rumah kepada Syamsiah panjaitan yang bekerja sebagai tukang masak di salah satu warung di Kalangan.

Dikesempatan tersebut, AKBP Sukamat menyampaikan, pelaksanaan bedah rumah merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-73 Bhayangkara di Tapanuli tengah.

“Kalau kemarin kita membedahnya tanda dimulainya perayaan HUT Bhayangkara, kali ini kita resmikan rumah yang dibedah itu sebagai penutup kegiatan HUT ke-73 Bhayangkara di tapteng, dimana berbagai acara telah dilaksanakan sebelumnya,” ucap Kapolres Tapteng AKBP Sukamat.

Kemudian lanjut Kapolres Tapteng, Program bedah rumah yang dilakukan oleh pihaknya bentuk dari kepedulian polri membantu dan meringankan beban yang ditanggung oleh masyarakatnya, sebagai lembaga pengayom, Polri senantiasa berada di depan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Ini kepedulian kami, kami berkeinginan untuk melakukan bedah rumah bagi masyarakat Tapteng yang banyak, namun karena kekurangan materi, kami harus pilah, dan pastinya program ini akan terus berkelanjutan, alhamdulillah program bedah rumah merupakan yang kedua kalinya kami lakukan,” ujar AKBP Sukamat.

Kedepan Harapannya, dengan kegiatan tersebut citra Polri menjadi lebih baik di tengah-tengah masyarakat, karena Polri bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Sementara itu, Syamsiah Br Panjaitan tak kuasa dan meneteskan air mata saat ketua Bhayangkari Ny Endah Sukamat memberikan kunci rumah tanda telah selesainya rumah miliknya di bedah.

“Pastinya ucapan terima kasih kepada bapak kapolres tapteng, saya sebelumnya tidak menduga rumah saya akan dibedah menjadi seperti ini,” ungkap syamsiah.

Syamsiah yang tinggal berdua bersama anaknya tersebut, kini telah dapat merasakan hidup dengan rumah layak huni, yang sebelumnya selama 7 tahun ia merasakan hidup di gubuk yang hampir roboh di pinggiran muara sungai kalangan.

“Harapanya keberuntungan ini juga dapat dirasakan oleh saudara-saudara saya yang senasib dengan saya, saya yakin pak polisi ini akan memperhatikan masyarakatnya,” pintanya.[win]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru