14 Orang dari Rombongan Family Gathering PLN Meninggal Diterjang Tsunami Selat Sunda

  • Whatsapp

digtara.com | JAKARTA – Tsunami menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Tsunami terjadi Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.27 WIB.

Hingga saat ini, Perusahaan Listrik Negara masih terus melakukan upaya evakuasi, pendataan serta pencarian peserta family gathering dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat yang menjadi korban bencana Tsunami di Tanjung Lesung pada sabtu malam kemarin, 22 Desember 2018.

Berikut update data pada Minggu, 23 Desember 2018, sampai pukul 11.00 WIB:

  1. Korban selamat: 157 orang (termasuk korban luka berat).
  2. Korban meninggal: 14 orang.
  3. Korban terdata namun belum ditemukan/belum bisa hubungi: 89 orang.

“Total keseluruhan peserta gathering sebanyak 260 orang, kami masih terus mendata dan melakukan upaya pencarian korban, kami mohon doanya agar seluruh korban bisa segera ditemukan dalam kondisi selamat,” demikian pernyataan resmi dari PLN, yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Disebutkan bahwa PLN juga telah mengirimkan 36 ambulans untuk membantu proses evakuasi di lokasi bencana.

Terkait kondisi kelistrikan pasca bencana, saat ini PLN sedang melakukan proses penormalan listrik dengan melakukan perbaikan gardu serta investigasi jaringan.

Terdapat 142 gardu yang berhasil dinyalakan, sementara gardu yang masih padam yakni 108 gardu. Selain itu, terdapat 2 tiang SUTM Roboh akibat diterjang Tsunami.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan