Sabtu, 30 Agustus 2025

Perusahaan Baterai Raksasa Sweida Bangkrut, 5.000 Karyawan Bakal Kena PHK

Arie - Sabtu, 22 Maret 2025 14:01 WIB
Perusahaan Baterai Raksasa Sweida Bangkrut, 5.000 Karyawan Bakal Kena PHK
suara.com
Perusahaan Baterai Raksasa Sweida Bangkrut, 5.000 Karyawan Bakal Kena PHK

Sementara itu Carlsson juga mencatat lebih dari 1,2 miliar dollar AS mungkin diperlukan untuk mengembalikan bisnis ke jalurnya. Krisis keuangan yang dialami membuat "tantangan internal yang signifikan" bersama dengan kondisi eksternal seperti "meningkatnya biaya modal, ketidakstabilan geopolitik, gangguan rantai pasokan, dan pergeseran permintaan pasar" sebagai alasan kehancuran mereka.

Baca Juga:

Financial Times melaporkan bahwa pembuat truk Swedia Scania, pelanggan utama Northvolt, baru-baru ini menyuntikkan modal baru ke dalam bisnis tetapi sekarang telah mengamankan pasokan dari pembuat baterai terpisah.

Perusahaan tersebut pernah dipandang sebagai bagian integral dari transisi hijau Eropa. Northvolt, sempat berhasil mengamankan sekitar 15 miliar dollar AS (Rp 246 triliun) dari pemerintah dan investor.

Permintaan yang lesu untuk kendaraan listrik, yang sebagian terkait dengan perubahan subsidi negara, mendorong beberapa investor untuk mengurangi pendanaan. Pemerintah Swedia juga menolak menawarkan subsidi besar kepada Northvolt tahun lalu.

"Sejatinya, kapasitas produksi Northvolt diperkirakan akan meningkat sekitar empat kali lipat pada akhir dekade ini dari 192 GWh menjadi 1.142 GWh," menurut Benchmark Minerals Intelligence. Sekarang, Eropa harus meningkatkan ketergantungannya pada produsen baterai asing di kawasan tersebut, hingga perusahaan lokal dapat membangun kapasitas. Termasuk perusahaan China dan Korea Selatan (Korsel).


"Tiga tahun setelah US IRA, Eropa masih belum memiliki kebijakan komprehensif untuk melokalisasi produksi baterai," kata Julia Poliscanova, Direktur Senior Kendaraan & mobilitas di T&E.

Sebelumnya, pembuat truk listrik yang berbasis di AS, Nikola, mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS bulan lalu karena industri EV yang lebih luas terus menghadapi tantangan signifikan dalam hal biaya dan peningkatan skala.

Pada tahun 2023, perusahaan Britishvolt yang berbasis di Inggris mengalami nasib serupa dengan rencana pembangunan pabrik raksasa senilai 5,1 miliar dollar AS di Inggris utara, tetapi gagal mendapatkan pendanaan yang diperlukan setelah penundaan dan lokasi tersebut.

Akhirnya dibeli oleh perusahaan Australia, yang kemudian dilikuidasi dan anak perusahaan raksasa keuangan Blackstone mengadakan pembicaraan untuk membelinya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
5 HP Vivo RAM 8GB Murah dengan Fitur Mewah: NFC, Fast Charging, Baterai Jumbo!

5 HP Vivo RAM 8GB Murah dengan Fitur Mewah: NFC, Fast Charging, Baterai Jumbo!

Gagal Juara Liga Europa, Manchester United Lakukan PHK Massal

Gagal Juara Liga Europa, Manchester United Lakukan PHK Massal

Telat Ajukan Cuti ke Pimpinan, Karyawan Ekspedisi Medan Diberhentikan Tanpa Surat

Telat Ajukan Cuti ke Pimpinan, Karyawan Ekspedisi Medan Diberhentikan Tanpa Surat

Pemkab Deli Serdang Hentikan 278 Tenaga Honorer Mulai Mei 2025

Pemkab Deli Serdang Hentikan 278 Tenaga Honorer Mulai Mei 2025

Siap-siap! Chevron akan PHK 20 Persen Karyawannya Tahun Depan

Siap-siap! Chevron akan PHK 20 Persen Karyawannya Tahun Depan

Ngeri! Angka PHK Mendadak Meledak hingga 32 Ribu Orang Jelang Jokowi Lengser

Ngeri! Angka PHK Mendadak Meledak hingga 32 Ribu Orang Jelang Jokowi Lengser

Komentar
Berita Terbaru