Senin, 02 Maret 2026

Yael vs Rektor USU, Kutipan Cerpen Tergugat Dianggap Tak Relevan

Redaksi - Kamis, 22 Agustus 2019 03:31 WIB
Yael vs Rektor USU, Kutipan Cerpen Tergugat Dianggap Tak Relevan

Digtara.com | MEDAN – Yael Stefani Sinaga dan kawan-kawan menganggap kutipan cerpen dalam jawaban pihak Rektorat USU di persidangan tidak relevan dengan cerpen yang dipersoalkan.

Baca Juga:

Ronald Syafriansyah, Kuasa Hukum Yael Stefani dkk, mengatakan pihaknya telah memberikan replik atas eksepsi dari pihak Tergugat dalam sidang lanjutan, Rabu (21/8/2019), di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan.

“Salah satu poin replik yang kami sampaikan adalah mengenai cerpen-cerpen lain yang dikutip Tergugat dalam jawabannya,” kata dia, Kamis (22/8/2019), pagi.

Menurutnya, cerpen-cerpen lain yang dikutip pihak Tergugat tidak relevan dalam perkara ini. Itu karena cerpen-cerpen tersebut diterbitkan jauh sebelum masa kepengurusan para Penggugat.

Dalam eksepsinya, Yael dkk secara garis besar menolak seluruh dalil yang disampaikan Tergugat dan mereka tetap berpegang teguh pada dalil gugatannya.

Yael dkk juga tidak sependapat dengan Tergugat yang menyatakan bahwa cerpen “Ketika Semua Menolak Kehadiran Diriku Di Dekatnya” mengandung konten pornografi (LGBT).

Dalam persidangan kedua itu, pihak Rektorat sendiri tidak hadir dalam persidangan. Ini merupakan persidangan gugatan atas SK Pemecatan Rektor USU terhadap Yael dkk dari kepengurusan mereka di Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU.

Gugatan tersebut merupakan bentuk keberatan atas SK Pemecatan terhadap 18 anggota Suara USU. Yang mana alasan pemecatan itu adalah karena cerpen karya Yael Stefany ditafsirkan oleh pihak Rektor berbau pornografi.

Ronald juga menilai apa yang dilakukan Rektor USU sebagai sebuah pelanggaran HAM. Begitu pula pengekangan terhadap kebebasan berserikat dan berkumpul, dengan dibongkar paksanya sekretariat Suara USU.

Pengekangan terhadap kebebasan berekspresi dan berpendapat juga terjadi dengan tidak adanya ruang untuk membahas masalah ini secara ilmiah oleh pihak rektorat.

Informasi yang dihimpun Digtara, persidangan berikutnya akan dilakukan pada Rabu (24/8/2019), pukul 10.00 WIB. Dengan agenda persidangan pembacaan duplik dari Tergugat serta bukti surat dari Penggugat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
USU
Berita Terkait
Kemenhaj Pastikan Perlindungan Jemaah Mulai Kesehatan Hingga Persoalan Hukum dari Arab Saudi Hingga Tanah Air

Kemenhaj Pastikan Perlindungan Jemaah Mulai Kesehatan Hingga Persoalan Hukum dari Arab Saudi Hingga Tanah Air

Pastikan Standar Kualitas, Kesehatan, dan Cita Rasa Nusantara Bagi Jemaah, Menhaj Tinjau Langsung Kesiapan Dapur di Madinah

Pastikan Standar Kualitas, Kesehatan, dan Cita Rasa Nusantara Bagi Jemaah, Menhaj Tinjau Langsung Kesiapan Dapur di Madinah

Integritas Penegak Hukum dan Ancaman “State Capture” atas Dugaan Suap dalam Perkara Narkotika

Integritas Penegak Hukum dan Ancaman “State Capture” atas Dugaan Suap dalam Perkara Narkotika

Penuhi Asupan Pangan Berkualitas Jemaah Haji 2026, Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara

Penuhi Asupan Pangan Berkualitas Jemaah Haji 2026, Menhaj Inisiasi Program Beras Haji Nusantara

Tinjau Diklat PPIH Hari ke-16, Menhaj: Petugas Haji Ujung Tombak Pelayanan Jemaah Haji

Tinjau Diklat PPIH Hari ke-16, Menhaj: Petugas Haji Ujung Tombak Pelayanan Jemaah Haji

Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah

Buka TOT Fasilitator PPIH 2026. Menhaj: Petugas Haji Adalah Perpanjangan Tangan Negara dan Presiden Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Jamaah

Komentar
Berita Terbaru