Minggu, 11 Januari 2026

Besok Dilantik Jadi Bupati Semarang Terpilih, Ngesti Nugraha Batal Diperiksa KPK

- Kamis, 25 Februari 2021 13:46 WIB
Besok Dilantik Jadi Bupati Semarang Terpilih, Ngesti Nugraha Batal Diperiksa KPK

digtara.com – Bupati Semarang terpilih Ngesti Nugraha batal diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ngesti seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19, pada Kamis (25/2/2021). Besok Dilantik Jadi Bupati Semarang Terpilih, Ngesti Nugraha Batal Diperiksa KPK

Baca Juga:

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Ngesti telah mengirimkan surat permintaan penjadwalan ulang kepada tim penyidik. Hanya saja, Ali tak membeberkan alasan Ngesti tak memenuhi panggilan pada hari ini.

“Yang bersangkutan (Ngesti Nugraha) konfirmasi tidak bisa hadir hari ini. Minta jadwal ulang,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Kamis (25/2/2021).

Ngesti seharusnya bakal dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso.

Ngesti bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Semarang.

Ngesti sendiri direncanakan dilantik sebagai Bupati Semarang pada Jumat, 26 Februari 2021 besok. Ngesti akan dilantik di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Selain Ngesti, penyidik lembaga antirasuah menjadwalkan pemeriksaan terhadap anggota DPR RI Komisi II Fraksi PDIP Ihsan Yunus. Ihsan sudah memenuhi panggilan dan masih menjalani pemeriksaan.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Mensos Juliari Peter Batubara dan empat tersangka lainnya sebagai tersangka suap terkait program bantuan sosial penanganan virus corona (Covid-19) di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Keempat tersangka lainnya dalam kasus ini adalah, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono, serta Ardian I M dan Harry Sidabukke selaku pihak swasta.

Diduga terima Rp 17 miliar

KPK menduga, berdasarkan temuan awal, Juliari menerima Rp 10 ribu per paket sembako dengan harga Rp 300 ribu. Namun menurut KPK, tak tertutup kemungkinan Juliari menerima lebih dari Rp 10 ribu. Total uang yang sudah diterima Juliari Rp 17 miliar.

KPK juga menduga Juliari menggunakan uang suap tersebut untuk keperluan pribadinya, seperti menyewa pesawat jet pribadi. Selain itu, uang suap tersebut juga diduga dipergunakan untuk biaya pemenangan kepala daerah dalam Pilkada serentak 2020 seperti dilansir dari Liputan6.com.

[ya]  Besok Dilantik Jadi Bupati Semarang Terpilih, Ngesti Nugraha Batal Diperiksa KPK

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Beragam Produk Pertanian Organik Milik LPP PWNU Jateng Dipamerkan

Beragam Produk Pertanian Organik Milik LPP PWNU Jateng Dipamerkan

Puncak Resepsi HSN 2025 PWNU Jateng, Gus Rozin Ajak Warga NU Fokus Sektor Pertanian

Puncak Resepsi HSN 2025 PWNU Jateng, Gus Rozin Ajak Warga NU Fokus Sektor Pertanian

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru