Kapoldasu: Agama Jangan Sampai Menjadi Alat Gapai Kekuasaan
digtara.com | MEDAN – Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, bahwasanya agama jangan sampai menjadi alat untuk menggapai kekuasaan. Demikiaan dikatakan Kapolda Sumut ketika menghadiri sekaligus membuka Focus Grup Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan bertemakan Bersatu Untuk NKRI, di Balroom Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau, Selasa (22/10/2019).
Baca Juga:
“Yang muda juga akan menggantikan yang lebih tua. Intinya kita harus bisa mencerna mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dengan terselenggaranya FGD ini dapat memberikan kita contoh positif agar dapat di aplikasikan di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kapolda Sumut, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bangsa. Oleh karena itu, menurut dia, jangan sampai terpecah belah.
“Tantangan negara ini berat. Jadi kita harus berani menyampaikan pendapat yang positif. Mari kita sama-sama menyuarakan ajaran yang benar-benar berpengaruh untuk negara ini. Kami mengucapkan selamat atas terselenggarannya kegiatan ini, semoga kegiatan kita ini mendapat keberkahan dari Allah SWT,” jelasnya.
Sementara itu, selaku narasumber Gus Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya mengatakan, Dunia ini semangkin sempit dengan terciptanya era baru, yaitu masyarakat millennial. Dimana apa pun hal yang mau , dicari dapat dilakukan hanya melalui media HP, laptop, dan lainnya.
Selain itu, ia menyebutkan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, karena tercipta dari beberapa suku bangsa. Bangsa Indonesia imbuh dia, juga adalah bangsa yang kuat.
“Namun ada gerakan-gerakan bendera hitam terinspirasi dari negara Timur luar sana, yang gerakannya dijadikan alat untuk mencoba menyelesaikan problem Indonesia. Padahal kalau mau negara dunia maju dan damai pakailah Ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila,” tegasnya.
Gus Muwafiq menerangkan, satu-satunya Presiden yang pernah berpidato menggunakan Al-Qur’an adalah Bung Karno. Sebelum masuk ke Indonesia ini sebenarnya simbol persatuan dan kesatuan itu sudah disadari bahkan sampai tingkat agama.
“Bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang sehat bangsa yang terhormat yang punya sikap kebersamaan yang luar biasa dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dengan 1 bendera,” sebutnya.
Menurut Gus Muwafiq, hanya TNI-Polri yang punya kekuatan agar problem dan konflik di Indonesia itu tidak berkembang. Sedangkan tugas Kyai, Ulama dan tokoh-tokoh Agama yaitu menyarankan agar Indonesia dapat damai.
Selain Kapolda, turut hadir, Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, Irwasda, PJU Polda Sumut, Kapolrestabes Medan, Dandim 0201/BS, Ketua FKUB Sumut Dr H Maratua Simanjuntak, Narasumber Gus Ahmad Muwafiq, Perwakilan Kakanwil Kemenag Sumut, Ketua MUI Kota Medan, serta para personil TNI-Polri, ASN, para rektor, dosen, kepsek, guru, serta tokoh agama, ulama dan masyarakat.
Polda Sumut Intensifkan Patroli Subuh Ramadan 1447 H, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas
Judi Merajalela di Binjai, FPMSU Desak Kapolda Sumut Copot Kasat Reskrim Polres Binjai
OYO Laporkan Pengelola Hotel ke Polda Sumut atas Dugaan Pelanggaran Perjanjian dan Gangguan Operasional
AKBP Bagus Priandy Resmi Jabat Kapolres Madina, Bawa Pengalaman Kortastipidkor Polri
Kenaikan Pangkat Brimob Polda Sumut di Tengah Misi Kemanusiaan, Digelar Sederhana di Lokasi Bencana