Anak di Bawah Umur jadi Korban Penyiksaan Kerangkeng Manusia: Dicambuk, Dipukuli hingga Diperbudak
digtara.com – Polisi kembali menemukan fakta terbaru terkait kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Anak Korban Penyiksaan Kerangkeng
Baca Juga:
Temuan tersebut menyebut anak di bawah umur yang menjadi korban keberingasan anggota Cana saat menjadi penghuni kereng (kerangkeng).
Adapun identitas anak tersebut adalah DAS yang masih berusia 17 tahun.
Baca: Fakta Mengejutkan dari Jenazah Korban Kerangkeng di Langkat yang Diekshumasi, Apa Itu?
Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, penemuan anak di bawah umur ini merupakan hasil kerjasama Polda Sumut dengan Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK).
Dia dijebloskan ke kereng milik Cana dari bulan Februari 2021 hingga Juni 2021.
Baca: Hari Ini, Polisi Bongkar Satu Kuburan Lagi Korban Kerangkeng Manusia Milik Cana
DAS dititipkan oleh ayahnya melalui tersangka Terang Sembiring (TS) cuma bermodal surat pernyataan lantaran kenakalan remaja.
“DAS dimasukkan kereng oleh orang tuanya dikarenakan anaknya mulai berubah dan bertingkah tak seperti biasanya,” ucapnya kepada wartawan, Jumat (15/4/2022).
Hadi mengatakan, saat pertama kali masuk ke dalam kereng, DAS langsung mendapatkan penyiksaan.
DAS dicambuk menggunakan selang kompresor dan dipukuli hingga luka lebam di bagian dada dan punggung.
Bahkan, saat berada di dalam kerangkeng tersebur DAS dipaksa memakan cabai dan garam dua sendok perhari.
Baca: Fakta Baru Terkait Kasus Kerangkeng Manusia, Polisi Temukan Ada Korban Jiwa Lagi
Hadi menambahkan, penyiksaan yang paling parah dialami DAS pada pekan pertama dikerangkeng.
Penyiksaan dilakukan lebih dari dua orang pelaku.
Saat itu dia dijebloskan ke kereng 1, sebutan kerangkeng untuk anak baru.
Pekan pertama hingga kedua dia disuruh memotong sayuran hingga membersihkan halaman rumah Terbit.
Bahkan, anak di bawah umur itu juga diperbudak selama 3 bulan di pabrik kelapa sawit milik keluarga Cana.
Anak di Bawah Umur jadi Korban Penyiksaan Kerangkeng Manusia: Dicambuk, Dipukuli hingga Diperbudak
Bupati Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Penghujung Ramadhan
Syah Afandin Ajak KONI Langkat Bersatu Ukir Prestasi pada Acara Buka Puasa Bersama
Ny. Endang Syah Afandin Apresiasi Aksi Berbagi Takjil DWP Langkat
Wabup Tiorita Apresiasi Ramadhan Berbagi Pemuda Pancasila untuk Anak Yatim dan Dhuafa
Bupati Syah Afandin Dukung Perluasan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Hingga Desa