Sabtu, 30 Agustus 2025

Korban Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur Dikubur Satu Liang

Imanuel Lodja - Minggu, 04 April 2021 17:02 WIB
Korban Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur Dikubur Satu Liang

digtara.com – Puluhan warga korban meninggal dunia karena tanah longsor dan banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT dikuburkan secara massal.

Baca Juga:

“Para korban dikubur pada satu liang lahat yang disiapkan,” ujar Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK, Minggu (4/4/2021) malam.

Pemakaman ini dilakukan setelah para korban dibersihkan dan disemayamkan sesaat.

Petugas keamanan dari pemerintah daerah pun mendata masing-masing korban.

Pemakaman para korban dilakukan aparat keamanan dan pemerintah daerah dihadiri sejumlah kerabat korban.

Baca: Listrik Padam di Sejumlah Kabupaten Imbas Banjir Bandang dan Longsor di NTT

Kapolres Flores Timur menyebutkan pula kalau di Desa Oyang Barang kecamatan Wotan Ulumando, Kabupaten Flores Timur juga terjadi banjir bandang.

3 orang warga hilang dan belum ditemukan sampai sekarang. Selain itu 3 unit rumah warga hilang tersapu banjir dan 10 unit rumah lainnya rusak.

68 orang di Kecamatan Ile Boleng, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT dilaporkan hilang diterjang banjir bandang, Minggu (4/4/2021).

Baca: Update Banjir Bandang dan Longsor Flores: 34 Orang Meninggal, 9 Luka dan 49 KK Mengungsi

Puluhan rumah pun hancur dan rusak berat.

Korban Banjir Bandan dan Longsor di Flores Timur Dikubur Satu Liang
digtara.com/immanuel lodja

Hingga Minggu (4/4/2021) malam pukul 21.00 wita, 42 orang warga sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Hilang

Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK yang berada di lokasi saat dikonfirmasi Minggu (4/4/2021) malam menyebutkam kalau di lokasi pertama tanah longsor di desa Lelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, pulau Adonara ada 55 orang warga yang dilaporkan hilang.

“Informasi terakhir korban yang dinyatakan hilang 55 orang,” tandas Kapolres Flores Timur.

Dari jumlah ini, 37 orang warga sudah diketemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sementara 18 orang warga lainnya masoh dalam pencarian.

Di lokasi kedua di lokasi banjir bandang di Desa Waiburak dan Kelurahan Waewerang, Kecamatan Adonara Timur, korban yang dinyatakan hilang 13 orang.

“5 orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 8 orang masih dalam pencarian,” ujar mantan Waka Polres Belu, Polda NTT ini.

Baca: Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur: 42 Warga Ditemukan Meninggal, 26 dalam Pencarian

Disebutkan pula selain korban meninggal dunia dan hilang, di Ile Boleng juga terdapat 16 unit rumah tertimbun longsoran.

Sementara di Kecamatan Adonara Timur kurang lebih 50 rumah hancur diterjang banjir bandang.

Anggota Polres Flores Timur, Polsek, TNI dan pemerintah daerah serta warga masyarakat bahu membahu mencari korban hilang dan membantu proses evakuasi.

Aparat keamanan juga berupaya menyelamatkan warga dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Korban Banjir Bandang dan Longsor di Flores Timur Dikubur Satu Liang

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Imanuel Lodja
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tanah Longsor dan Jembatan Nyaris Putus di Sikka Pasca Hujan

Tanah Longsor dan Jembatan Nyaris Putus di Sikka Pasca Hujan

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Komentar
Berita Terbaru