Minggu, 23 Agustus 2026

Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Percepat Ancaman Siber

Arie - Minggu, 23 Agustus 2026 11:00 WIB
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Percepat Ancaman Siber
net
Ilustrasi Virus Ransomware

Asia Pasifik Jadi Target Kelompok APT

Asia Pasifik juga menjadi salah satu kawasan yang menarik perhatian kelompok serangan tingkat lanjut atau Advanced Persistent Threat (APT).

Baca Juga:

Lima negara di kawasan Asia Pasifik, yakni China, India, Myanmar, Pakistan, dan Vietnam, masuk dalam daftar 12 negara yang paling sering menjadi target APT secara global.

Menurut Kaspersky, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi transformasi digital yang cepat, meningkatnya adopsi AI, serta situasi geopolitik.

Kawasan Asia Pasifik dinilai memiliki nilai strategis bagi kelompok siber karena perkembangan teknologi digital dan ekonomi yang berlangsung cukup pesat.

AI Membuat Serangan Siber Makin Adaptif

Pemanfaatan AI membuat ancaman siber tidak lagi hanya mengandalkan metode konvensional. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu pelaku melakukan pengintaian, mengembangkan perangkat lunak berbahaya, serta mengotomatisasi sejumlah proses serangan.

Karena itu, organisasi tidak cukup hanya mengandalkan perlindungan terhadap file mencurigakan atau ransomware.

Baca Juga:

Keamanan rantai pasok perangkat lunak, komponen open-source, sistem pembaruan aplikasi, hingga aktivitas berbasis AI juga perlu mendapat perhatian.

Dengan jumlah serangan yang mencapai puluhan juta sepanjang paruh pertama 2026, perkembangan ancaman siber di Asia Pasifik menjadi pengingat bahwa penguatan keamanan digital perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru