MGMP TSM Jawa Tengah, Perguruan Tinggi dan Industri Perkuat Kompetensi Guru di Era Digital
digtara.com - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Teknik Sepeda Motor (TSM) Jawa Tengah terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia industri.Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan guru TSM Jawa Tengah dengan tema: "Transformasi Pendidikan Otomotif: Sinergi MGMP TSM Jawa Tengah dan Industri dalam Penguatan Kompetensi Guru di Era Teknologi Digital" yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di kampus Universitas iVET (Unisvet) Semarang.
Baca Juga:
"Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya agar pembelajaran di sekolah tetap relevan dengan kebutuhan industri," ujar Widarto, Jumat (21/08/2028).
Menurut dia, teknologi kendaraan saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan mesin konvensional, tetapi juga berkembang ke sistem elektronik, sensor, baterai, teknologi digital, hingga kendaraan listrik.
Karena itu, sinergi antara MGMP, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dan industri dinilai penting untuk memperkuat pendidikan vokasi sekaligus meningkatkan kesiapan guru menghadapi perubahan teknologi.
Antusiasme terhadap kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Jumlah peserta yang terpantau telah melampaui kapasitas awal sebanyak 40 orang. Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan guru otomotif terhadap pengembangan kompetensi di tengah transformasi teknologi kendaraan.
Dekan Saintek Unisvet, Dr. Sena Mahendra, M.T., menuturkan, kehadiran Unisvet Semarang sebagai fasilitator juga memperkuat semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi. Perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi mitra strategis bagi MGMP dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru SMK bidang otomotif.
Dengan mengusung semangat "Bersinergi, Berkolaborasi, Berkompetensi untuk Pendidikan Otomotif yang Unggul", kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan guru menghadapi perubahan teknologi otomotif yang berlangsung sangat cepat.
Lebih jauh lagi disampaikan, peningkatan kompetensi guru pada akhirnya diharapkan memberikan dampak langsung kepada peserta didik. Guru yang kompeten dan mengikuti perkembangan teknologi akan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, relevan, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri.
"MGMP TSM Jawa Tengah membuktikan bahwa transformasi pendidikan vokasi membutuhkan kolaborasi. Dari guru yang terus belajar, lahir generasi otomotif yang semakin kompeten, profesional, dan siap menghadapi era teknologi digital," ungkap Sena.