Jokowi Pidato di Forum B20, Sampaikan Tiga Strategi Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Selasa, 15 November 2022 06:57
setkab.go.id
Jokowi Pidato di Forum B20, Sampaikan Tiga Strategi Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi Global

digtara.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kunci pada penutupan pertemuan Forum B20 atau B20 Summit, Senin (14/11/2022).

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tiga strategi besar yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Tantangan itu, sebutnya terjadi saat ini, mulai dari pandemi, perang, hingga krisis pangan, energi, dan ekonomi.

Baca: Menlu Rusia Dilarikan ke Rumah Sakit di Bali, Pejabat Terkait Bungkam

“Perlu strategi besar, yang sudah sering saya sampaikan, itu secara konsisten terus kita jalankan,” ujarnya, Senin (14/11/2022), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Bali.

Strategi pertama, hilirisasi industri. Jokowi menyampaikan Indonesia mulai menghentikan ekspor bahan mentah. Hal itu, menurutnya akan mendatangkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan negara, hingga menciptakan lapangan kerja di Indonesia.

Misalnya ekspor biji nikel, sekaligus mendorong penciptaan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Baca: Kamaruddin Simanjuntak Sebut Presiden Jokowi Lepas Tangan Bikin Kasus Brigadir J Belum Terang

“Saya menawarkan kepada Prime Minister Anthony Albanese, di Australia ada litium, kita punya nikel. Kalau digabung itu sudah jadi baterai mobil listrik. Tapi saya minta kepada Albanese, untuk litiumnya bisa dibawa ke Indonesia saja. Kita bersama-sama melakukan hilirisasi di Indonesia,” lanjutnya.

Strategi kedua, pengembangan energi hijau atau green energy. Jokowi menyampaikan, Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat besar. Jumlahnya hingga mencapai 434 ribu megawatt, baik dari hydropower, geotermal, tenaga surya, angin, hingga tidal wave.

Jokowi pun mengundang para investor untuk menjalin kerja sama dalam membangun green economy tersebut.

Selanjutnya, Jokowi Mengatakan bahwa Indonesia telah menyiapkan 30 ribu hektar lahan untuk green industrial park di Kalimantan Utara.

Laman: 1 2

Berita Terkait