Rupiah Berhasil Meninggalkan Level Rp14.000-an Per Dolar AS
digtara.com | JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah pun berhasil meninggalkan level Rp14.000-an per USD.
Baca Juga:
Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Jumat (22/2/2019) pukul 08.53 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 50 poin atau 0,36% ke level Rp14.007 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.995 per USD – Rp14.014 per USD.
Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat 60 poin atau 0,42% ke Rp13.995 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.985 per USD – Rp14.075 per USD.
Seperti yang diberitakan Okezone, Bank Indonesia menyebut, menguatnya nilai tukar Rupiah menjadi penopang stabilitas perekonomian. Penguatan Rupiah berlangsung sejak kuartal IV 2018.
“Di kuartal IV 2018, secara point to point menguat sebesar 3,63% dibandingkan dengan level akhir triwulan III 2018, ditopang NPI yang mencatat surplus,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia.
Perry melanjutkan, penguatan Rupiah berlanjut pada Januari 2019 yang mencapai 2,92% dan terus terjadi pada Februari 2019. Tren penguatan Rupiah pada awal 2019 ditopang aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik seiring terjaganya fundamental ekonomi domestik
Tetap tingginya daya tarik aset keuangan domestik serta berkurangnya ketidakpastian pasar keuangan global juga menjadi faktor menguatnya Rupiah.
“Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah akan bergerak stabil sesuai mekanisme pasar,” katanya.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed