Data Inflasi Rendah Dorong Wall Street Menguat
digtara.com | NEW YORK – Wall Street ditutup naik pada Rabu (13/2) seiring optimisme investor terhadap penyelesaian perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Selain itu, data inflasi yang rendah mengisyaratkan The Fed untuk mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.
Baca Juga:
Di Beijing, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengabarkan pembicaraan dengan China berlangsung baik. “Sejauh ini, begitu baik,” jelasnya seperti dikutip Reuters.
Ketika indeks utama AS kompak menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 110,73 poin atau 0,44% ke 25.536,49, S&P 500 naik 7,53 poin atau 0,27% ke 2.752,26 dan Nasdaq Composite naik 5,76 poin atau 0,08% ke 7.420,38.
Dari 11 sektor utama di indeks S&P 500 berakhir di zona hijau, kecuali sektor layanan utilitas dan komunikasi. Sektor energi naik dengan persentase terbesar karena harga minyak mencetak kenaikan terbesar sejak akhir Januari.
“Pasar sangat rentan terhadap berita,”ujar Bernard Baumohl, kepala ekonom global Economic Putlook Group Princeton.
“Investor menunggu dan berharap ada kabar baik yang dihasilkan dari negosiasi perdagangan dengan China sebagai sinyal lanjutan bahwa ekonomi masih tumbuh sehat tanpa memanaskan inflasi,” imbuhnya.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi tak berubah tiga bulan berturut-turut pada Januari. Ini menandakan The Fed bisa mempertahankan suku bunga stabil saat ini.
Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia