Sabtu, 25 April 2026

Harga Cabai Rawit Melambung Tinggi Di Medan

Redaksi - Jumat, 14 Agustus 2020 05:42 WIB
Harga Cabai Rawit Melambung Tinggi Di Medan

digtara.com – Harga cabai rawit melambung tinggi di beberapa pasar tradisional di Medan. Kondisi itu disinyalir terjadi dikarenakan menepisnya persedian, akibat cuaca ekstrim dan tingginya curah hujan di sentra pertanian komoditi tersebut.

Baca Juga:

“Cabai rawit mahal sekarang, 48 ribu rupiah per kilogram, padahal sebelumnya hanya 30 ribu rupiah per kilogramnya,” ucap Sukiem, pedagang di Pasar Sei Sikambing, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (14/08/2020).

Sementara harga kebutuhan dapur lainnya seperti, cabai marah dan tomat yang, kini harganya justru menurun drastis. Tomat sekarang dijual 6 ribu rupiah per kilogram, sementara cabai merah 24 ribu rupiah perkilogram.

“Karena erupsi gunung Sinabung kan ya, jadi barang tertanam nggak laku. Cabai merah pun jadi murah gara-gara itu karena tidak tahu mau dilempar ke mana,” tambah Sukiem.

Sementara bawang merah dan bawang putih juga sedikit mengalami kenaikan harga, sebelumnya dijual dengan harga 24 ribu rupiah perkilogram, kini menjadi 28 ribu rupiah perkilogram.

Sementara itu, harga sembako di Pasar Pringgan, Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Baru, ada beberapa harga kebutuhan dapur yang selisih harga dengan pajak Sei Sikambing. Di sana harga cabai rawit masih dijual 35 ribu rupiah per kilogramnya.

“Cabai rawit 35 ribu rupiah per kilogram, saya masih harga semalam, karena belum ambil barang baru lagi, di sini belum naik sih bang, Ucap Marlina Nainggolan.

Di Pasar Pringgan, cabai merah dijual dengan harga 25 ribu rupiah per kilogram, tomat 7 ribu rupiah perkilogram, bawang putih 20 ribu rupiah per kilogram dan bawang merah 32 ribu rupiah per kilogramnya.

Adanya selisih harga tipis antara kedua pasar tersebut, diperkirakan karena persedian stok, daya beli dari pemasok atau distributor yang mungkin berbeda.

“Iya harga naik turun, nggak bisa ditebak. Ya namanya kita butuh, mau murah atau mahal ya tetap kita beli lah yaaa,” ungkap Rini salah satu pembeli di Pasar Pringgan.

[MAG-2/AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Komentar
Berita Terbaru