Jumat, 23 Februari 2024

Penyaluran Kredit Perbankan di Sumut Naik 7,4 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

- Selasa, 12 Mei 2020 02:53 WIB
Penyaluran Kredit  Perbankan di Sumut Naik 7,4 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

digtara.com – Kinerja penyaluran kredit perbankan di Sumatera Utara (Sumut) masih mampu tumbuh secara cukup signifikan di tengah Pandemi Virus Korona (Covid-19).

Baca Juga:

Tercatat di triwulan I-2020, realisasi kredit perbankan mencapai Rp.224,9 triliun. Tumbuh 7,4 persen secara tahunan dibandingkan triwulan I-2019.

“Pertumbuhan kredit pada triwulan I-2020 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di triwulan I-2019 yang hanya 4,3 persen,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, Selasa (12/5/2020).

Pertumbuhan kredit perbankan ini sendiri, terjadi di seluruh sektor. Seperti sektor korporasi yang mencatatkan pertumbuhan 6,5 persen secara yoy atau sebesar Rp115,7 triliun.

Peningkatan itu, katanya, didorong oleh penyaluran kredit investasi dan secara sektoral bersumber dari kenaikan kredit korporasi. Khususnya pada bidang usaha industri pengolahan dan pertanian.

Adapun kredit rumah tangga naik 9,3 persen atau menjadi Rp61,189 triliun.

“Pertumbuhan kredit yang bagus itu diprediksi tidak terjadi pada triwulan II karena ada pandemi Covid-19 yang mengganggu kinerja dunia usaha,” katanya.

Ia berharap pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga dunia usaha bergerak lagi pada triwulan III yang berdampak positif pada naiknya penyaluran kredit.

 

SURVEI PERTUMBUHAN KREDIT

Pertumbuan realisasi kredit perbankan di Sumut ini berbanding terbalik dengan survei Bank Indonesia secara nasional. Sebelumnya seperti dilansir Merdeka, survei tersebut mengindikasikan pertumbuhan triwulanan kredit baru melambat pada triwulan I-2020.

Di mana, saldo bersih tertimbang (SBT) permintaan kredit baru pada triwulan I-2020 hanya sebesar 23,7 persen. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan 70,6 persen pada triwulan sebelumnya dan 57,8 persen pada triwulan I-2019.

Bank sentral memperkirakan kebijakan penyaluran kredit pada triwulan II-2020 bakal lebih longgar. Perkiraan tersebut terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) sebesar 9,1 persen, lebih rendah dibandingkan dengan 10,9 persen pada triwulan sebelumnya.

Pelonggaran standar penyaluran kredit terutama akan dilakukan untuk jenis kredit modal kerja dan kredit UMKM. Adapun aspek kebijakan penyaluran kredit yang akan diperlonggar yaitu suku bunga kredit, biaya persetujuan kredit, jangka waktu kredit, dan plafon kredit.

Hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit yang menurun untuk keseluruhan tahun 2020. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2020 sebesar 5,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi kredit pada 2019 sebesar 6,1 persen dan prakiraan pada survei periode sebelumnya sebesar 9,4 persen.

[AS]

 

https://www.youtube.com/watch?v=AUU4YsvORbk

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.

Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru