Kamis, 29 Januari 2026

Covid-19 Terus Hantui Pergerakan IHSG

- Selasa, 03 Maret 2020 00:01 WIB
Covid-19 Terus Hantui Pergerakan IHSG

digtara.com | JAKARTA – Usai pengumuman Presiden Jokowi soal dua warga Indonesia terinfeksi virus Corona di mana sentimen corona (Covid-19) kembali menyengat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.

Baca Juga:

Pada penutupan perdagangan, IHSG kembali ditutup melemah 1,68% ke level 5.361,246. Pelemahan ini sekaligus melengkapi pergerakan IHSG yang melemah 7,68% dalam sepekan.

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai dalam waktu dekat indeks akan menguji di level 5.251. Jika IHSG ‘jebol’ di bawah level ini, maka skenario terburuk IHSG bisa menyentuh level 5.022. Aksi jual yang terus dilakukan asing juga akan meningkatkan peluang IHSG untuk menyentuh level support tersebut.

Sukarno menilai intervensi Bank Indonesia (BI) Bank Indonesia dalam menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) valuta asing (valas) dan rupiah bakal menjadi sentimen positif bagi IHSG. “Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas perbankan,” terang Sukarno.

Namun, efek dari penurunan rasio GWM terhadap indeks sektor keuangan (finance) tergantung dari faktor transaksi yang dilakukan pasar, seperti aksi jual asing (net sell). Sebab, dikhawatirkan sentimen positif ini malah dimanfaatkan untuk keluar dari pasar.

Per hari ini (2/3), indeks sektor keuangan (finance) menjadi indeks sektoral yang mengalami penurunan paling rendah. Secara year-to-date, sektor finance memberikan return -10,58%. Penurunan paling tajam terjadi pada sektor agrikultur yang sejak awal tahun terkoreksi 24,66%.

Baca Juga: Virus corona masuk Indonesia, ini proyeksi IHSG untuk perdagangan Selasa (3/3) besok

Hari ini pun investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp 325,37 miliar di pasar reguler. Dalam sepekan, asing telah membawa kabur dananya dari pasar ekuitas domestik hingga Rp 3,69 triliun di pasar regular dan Rp 3,95 triliun di semua pasar.

Sukarno tetap merekomendasikan investor agar selalu berhati-hati dan wait and see dalam kondisi pasar saat ini.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto juga menyarankan agar investor wait and see dalam kondisi saat ini. William bilang, investor mulai bisa melirik emas sebagai safe haven untuk jangka pendek.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu justru menilai ada beberapa sektor yang berpotensi menguat di tengah pelemahan indeks. Dessy bilang, saham-saham defensif tersebut adalah sektor fast moving consumer goods (FMCG), farmasi, rumah sakit, dan tambang logam (metal mining).

Adapun saham-saham yang bisa dicermati adalah saham PT Indofood Sukes Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Dus, strategi yang bisa dilakukan adalah melakukan akumulasi beli dengan memanfaatkan pelemahan indeks saat ini.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, BUMI hingga GOTO Menguat

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Selasa, 27 Januari 2026

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Waspada Koreksi ke 8.956

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 22 Januari 2026, Waspada Koreksi Lanjutan

Komentar
Berita Terbaru