Sentimen Negatif Global dan Domestik Tekan IHSG
digtara.com | JAKARTA – pada perdagangan Kamis (30/1) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi sebesar 55,44 poin atau 0,90% menuju level 6.057,59.
Baca Juga:
Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, sentimen negatif dari dalam dan luar negeri masih menyelimuti IHSG. Dari dalam negeri, IHSG tertekan karena efek pemblokiran akun di beberapa sekuritas yang sedang diperiksa terkait kasus Jiwasraya dan Asabri.
“Rebound gagal lagi dan kini IHSG menuju konfirmasi pola triple top pada support 6.020. Secara teknikal sudah terkonfirmasi strong downtrend, dengan volume perdagangan yang tipis karena efek pemblokiran akun di beberapa sekuritas,†ujarnya.
Analis Trimegah Sekuritas Rovandi juga menilai, minimnya sentimen positif dalam negeri memperberat gerak IHSG. Adapun sentimen dari global masih terkait penyebaran virus corona yang makin meluas.
Hingga Kamis (30/1) pukul 09.00 WIB, tercatat 7.783 orang terjangkit penyakit ini di seluruh dunia. Sebanyak 170 orang menjadi korban jiwa, sedangkan 133 orang berhasil sembuh.
“Sentimen virus corona masih mendominasi karena bertambahnya korban,†tuturnya, Kamis (30/1).
Dia menambahkan, pada perdagangan Rabu (29/1) IHSG sempat terangkat karena kabar China dapat mengendalikan penyebaran virus.
Rovandi memprediksi, IHSG hari ini masih melanjutkan pelemahan dengan rentang 5.950 hingga 6.100.
Sementra William meramal IHSG berpotensi melemah pada kisaran 6.020 hingga 6.100.
IHSG Ditutup Melemah ke Level 5.820,79, Saham Big Caps Jadi Penekan Utama
IHSG Diproyeksi Masih Tertekan pada Awal Pekan, Berpotensi Uji Level 5.723
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati