IHSG Bisa Tembus 6.850 Sampai Akhir Tahun
digtara.com | JAKARTA – Pada akhir perdagangan Senin (27/1/2020) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,78% ke level 6.133,208.
Baca Juga:
Menurut Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, faktor pemberat IHSG masih didominasi oleh sentimen global.
Pertama, investor khawatir meluasnya penyebaran virus corona. “Pemberat IHSG juga dari ketidakpastian impeachment Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump,†katanya.
Lebih lanjut Robertus menjelaskan, turunnya transaksi saham bukan dampak dari pemblokiran rekening efek terkait kasus Jiwasraya. Yang jelas, ia bilang penurunan transaksi pada pasar saham ini lebih karena sentimen global.
“Tidak ada hubungannya (dengan pemblokiran rekening), karena pemblokiran rekening efek yang terindikasi melanggar peraturan pasar modal justru diperlukan untuk menciptakan pasar yang sehat,†paparnya.
Meski saat ini kinerja IHSG masih merosot, namun ia optimistis IHSG bisa menyentuh level 6.850-7.000 pada akhir tahun ini. Hal ini akan ditopang oleh meningkatnya kemudahan berbisnis dan investasi pasca implementasi Omnibus Law dan penurunan tarif pajak korporasi.
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS