Selasa, 05 Mei 2026

Pasar Saham Asia Bergerak Mixed

- Jumat, 24 Januari 2020 02:24 WIB
Pasar Saham Asia Bergerak Mixed

digtara.com | JAKARTA – Menjelang akhir pekan ini. Jumat (24/1/2020) pukul 8.25 WIB Bursa Asia bergerak mixed di rentang sempit. indeks Nikkei 225 menguat tipis 0,02% ke 23.799. Hang Seng menanjak 0,09% ke 27.935.

Baca Juga:

Indeks Straits Times naik tipis 0,08% ke 3.237. Sedangkan FTSE Malaysia turun 0,19%. Hari ini, pasar saham China, Taiwan, dan Korea Selatan tutup.

Penguatan tipis sebagian bursa Asia ini terjadi setelah penurunan yang terjadi kemarin. Kekhawatiran penyebaran virus corona yang telah memakan korban 25 orang dan menginfeksi lebih dari 830 orang menjadi salah satu perhatian pasar saham.

“Investor khawatir penyebaran virus corona akan menekan konsumsi di China ketika ekonomi negara ini sudah melambat,” kata Yasuo Sakuma, chief investment officer Libra Investments kepada Reuters.

Kekhawatiran ini pun mengangkat nilai tukar yen yang sering menjadi safe haven.

Sementara itu, aktivitas manufaktur Jepang berkontraksi dalam sembilan bulan hingga Januari. Jibun Bank Flash Japan Manufacturing Purchasing Managers’ Index naik ke 49,3 pada bulan Januari dari posisi Desember lalu pada 48,4.

Produksi dan pesanan pabrik masih turun dalam 13 bulan berturut-turut. Tapi, laju penurunan ini mulai menurun, terutama pada produksi. Hal ini menunjukkan mungkin penurunan aktivitas pabrik telah mencapai dasar dan mulai menanjak. Pesanan ekspor baru naik untuk pertama kalinya dalam 14 bulan terakhir.

Data terpisah sektor jasa menunjukkan ekspansi di laju tercepat dalam empat bulan terakhir. Jibun Bank Flash Japan Services PMI berada di 52,1 dari bulan sebelumnya 49,4. Angka ini makin mendekati level tertinggi dua tahun terakhir pada 53,3 di Agustus lalu.

“Tanda positif muncul di Jepang pada awal 2020, dengan data PMI flash menunjukkan pemulihan ekonomi yang dipimpin oleh pasar domestik,” kata Joe Hayes, ekonom IHS Markit.

Jibun Bank Flash Japan Composite PMI berada di 51,1 pada bulan Januari. Naik dari 48,6 di bulan Desember. Angka ini menandai ekspansi paling cepat dalam empat bulan terakhir.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

Komentar
Berita Terbaru