Sampai Akhir 2020, IHSG Bisa Tembus 6.800
digtara.com | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Kamis (9/1) kemarin berhasil menguat 0,78% ke level 6.274,49.
Baca Juga:
Para analis melihat pergerakan IHSG menguat lantaran menurunnya tensi antara AS dan Iran. Selain itu, sentimen dari dalam negeri yakni meningkatnya posisi cadangan devisa menjadi salah satu penggerak IHSG.
Meski pada awal tahun IHSG sempat tertekan lantaran ketegangan antara AS dan Iran, hingga akhir tahun, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memprediksi IHSG bisa menembus level 6.800.
Salah sentimen yang bisa mendorong pergerakan IHSG adanya potensi bank sentral memangkas suku bunga dan pertumbuhan ekonomi yang bertahan di atas 5%.
Beberapa sektor yang menarik untuk dikoleksi yaitu seperti sektor perbankan dan saham produsen minyak mentah atau CPO.
Analis Samuel Sekuritas Suria Dharma juga memprediksi IHSG bisa mencapai level 6.800 hingga tutup 2020. “Salah satu pendorongnya konsumsi domestik masih menjadi andalan, adanya alokasi dana sosial yang naik,†ujarnya Kamis (9/1).
Sehingga, Ia melihat saham sektor konsumer menarik untuk dikoleksi saat ini.
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi