IHSG Bakal Bergerak Sideways Cenderung Melemah
digtara.com | JAKARTA – Pada perdagangan Rabu (8/1/2020) kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,85% ke level 6.225,68.
Baca Juga:
Menurut Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan berpendapat, koreksi IHSG pada hari ini disebabkan faktor psikologis investor yang khawatir terhadap dampak eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Meskipun begitu, ia memprediksi, hal ini hanya bersifat sementara. “Investor asing juga tidak mencatatkan net sell yang signifikan, bahkan nilai beli dan jual relatif seimbang,” ungkap Valdy.
Analis Indo Premier Sekuritas Mino juga bilang, sentimen penurunan IHSG paling dominan memang berasal dari konflik geopolitik di Timur Tengah. “Hal ini seiring dengan adanya peluang perang terbuka antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah kedua belah pihak saling balas serangan,” kata Mino.
Untuk perdagangan Kamis (9/1), Mino memprediksi IHSG kembali berpeluang melemah dengan support di level 6.195 dan resistance 6.225.
Valdy juga memprediksi IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah dengan support 6.200 dan resistance 6.280. Keduanya memprediksi bahwa sentimen penurunan ini masih berasal dari konflik antara AS dan Iran.
Menurut Valdy, salah satu yang menjadi perhatian investor adalah potensi dampak kenaikan harga minyak dunia pada kenaikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah.
“Hal ini dikhawatirkan dapat mengganggu belanja pemerintah ke sektor produktif, misalnya pembangunan infrastruktur,” ucap dia.
Di samping itu, dari dalam negeri, perkembangan situasi di wilayah perairan Natuna juga mempengaruhi psikologis investor.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia