Serangan Iran Rontokan Bursa Asia
digtara.com | JAKARTA – Pasca serangan Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak membuat Bursa Asia rontok. Rabu (8/1) pukul 8.30 WIB, indeks Nikkei 225 merosot 2,40% ke 23.009. Hang Seng turun 1,28% ke 27.965.
Baca Juga:
Indeks Kospi turun 1,47% kke 2.143. Taiex melemah 0,52% ke 11.816. Straits Times turun 1,27% ke 3.207 dan FTSE Malaysia turun 1,06% ke 1.594.
Iran meluncurkan puluhan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak. Iran pun baru saja meluncurkan serangan gelombang kedua di lokasi pangkalan AS lain di Irak.
“Investor melepas posisi bullish yang terbangun tahun lalu,” kata Kiyoshi Ishigane, chief fund manager Mitsubishi UFJ Kokusai Asset Management Co kepada Reuters.
Ishigane menambahkan bahwa ada kekhawatiran selanjutnya di Timur Tengah. “Kekhawatiran lain adalah harga minyak yang melonjak di tengah pelemahan sektor manufaktur yang akan menjadi sentimen negatif,” kata dia.
Harga minyak terus melejit 3,40% ke US% 64,83 per barel pada pukul 8.35 WIB. “Pasar minyak merespons dengan kemungkinan risiko pasokan dalam jangka pendek,” kata Stephen Innes, chief Asia market strategist AxiTrader Ltd kepada Bloomberg.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia