Minggu, 03 Mei 2026

Geopolitik Memanas Tekan Pergerakan Rupiah

- Rabu, 08 Januari 2020 00:55 WIB
Geopolitik Memanas Tekan Pergerakan Rupiah

digtara.com | JAKARTA – Terkait Konflik geopolitik yang tengah memanas antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran berpotensi menekan pergerakan nilai tukar rupiah di awal 2020. Hal ini membuat, pelaku pasar cenderung lebih melirik mata uang lindung nilai atau safe haven di 2020.

Baca Juga:

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 16:54 WIB pergerakan rupiah pada Selasa (7/1) masih menguat 0,47% di level Rp 13.878 per dollar AS. Sebagaimana diketahui, sejak akhir 2019 pergerakan rupiah stabil di bawah level psikologis Rp 14.000 per dollar AS.

Menurut Presiden Commissioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengungkapkan, jika hubungan AS dan Iran memanas dan terus berlanjut hingga terjadi perang, tentunya akan berdampak bagi kondisi pasar global. Kondisi tersebut berpotensi membuat pasar saham anjlok.

“Para investor akan lari ke instrumen safe haven seperti USD dan emas. Saat itu terjadi, otomatis rupiah kita akan melemah dan USD menguat,” ujar Sutopo.

Untuk jangka pendek, Sutopo memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 13.800 per dollar AS hingga Rp 14.100 per dollar AS. Sedangkan untuk jangka panjang, mata uang garuda diyakini masih bisa menguat ke Rp 13.500 per dollar AS dengan fundamental Indonesia yang cukup bagus.

Potensi melemah juga terbuka di level Rp 14.300 per dollar AS jika muncul sentimen negatif global atau eksternal yang mempengaruhi.

Adapun sentimen yang masih menjadi sorotan utama penggerak rupiah di tahun ini, di antaranya terkait kondisi pertumbuhan ekonomi Tanah Air yang diprediksikan berada di kisaran 5,1%. Selain itu, tingkat inflasi juga diperkirakan bakal terkendali dan stabil di kisaran 3,2%.

Sentimen lainnya yang menjadi perhatian, yakni terkait adanya ruang bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali memangkas suku bunga acuannya di tahun ini. Sedangkan sentimen lainnya masih berasal dari faktor geopolitik dan eksternal.

“Jika faktor di atas sesuai prediksi, maka pergerakan rupiah kita akan terus menguat,”ungkapnya.

Sebaliknya, rupiah berpotensi tertekan karena beberapa faktor eksternal seperti memanasnya situasi AS dengan Iran. Menurutnya, lama atau tidaknya sentimen perang AS dan Iran bergantung pada sikap Iran apakah akan membalas serangan AS atau tidak. Sutopo menegaskan, bahwa perang baru akan terjadi jika Iran membalas serangan AS.

Selanjutnya, sentimen seperti perkembangan Perang Dagang AS-China yang masih akan berlanjut, serta pemilu AS di akhir tahun dan faktor lainnya dari Eropa juga masih menjadi perhatian pasar. Prediksinya, di tahun ini sentimen perang dagang masih akan tetap hangat diperhatikan.

Di sisi lain, fundamental Indonesia saat ini positif dibandingkan mata uang lainnya, dan membuat prospek rupiah masih cukup baik. Hanya saja, ketika market mengalami gejolak, investor cenderung memilih untuk memegang mata sang safe heaven seperti USD dan JPY.

“Rekomendasi saat ini, USD dan yen Jepang (JPY) yang boleh dikoleksi dari sekarang, karena harganya cukup stabil dan aman. Untuk komoditi seperti emas dan minyak sendiri sudah dikoleksi sejak akhir 2019,” tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru