Senin, 04 Mei 2026

Tingginya Tensi Geopolitik Dorong Rupiah Terjatuh

- Selasa, 07 Januari 2020 01:11 WIB
Tingginya Tensi Geopolitik Dorong Rupiah Terjatuh

digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan data Bloomberg, Rp 13.944 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,10% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 13.930 per dolar AS.

Baca Juga:

Sementara itu, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) ada di Rp 13.981 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,45% dibanding akhir pekan lalu.

Semakin tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah pasca Amerika Serikat menyerang Iran, jadi alasan investor menghindari aset berisiko yang membuat rupiah melemah hari ini.

Menurut Analis Monex Investindo Ahmad Yudiawan dan Ekonom Bank Permata Josua Pardede kompak menyebut pelemahan rupiah hari ini masih dipicu oleh memanasnya kondisi geopolitik setelah AS menyerang Iran di Timur Tengah.

“Pertama, aksi menghindari aset berisiko oleh pasar di tengah kondisi ketegangan di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat setelah AS membunuh salah satu jenderal karismatik Iran dan ini memicu ketegangan antara Iran dan As. Disamping itu melibatkan negara-negara Timur Tengah lainnya kemungkinan masih jadi salah satu sebab pergerakan rupiah melemah hari ini,” kata.

Selain itu Yudi juga menyebut pasar menantikan kepastian perjanjian dagang As-China yang dikabarkan akan ditandatangani pertengahan Januari ini. Aksi profit taking juga membayangi pergerakan rupiah setelah pekan lalu rupiah bergerak positif.

Josua mengatakan hari ini pergerakan rupiah masih akan dibebani oleh sentimen geopolitik memanasnya hubungan AS-Iran. Disamping itu data PMI Composite dan Service Amerika juga masih dinantikan oleh pasar.

Dari dalam negeri, data cadangan devisa Indonesia yang akan rilis lusa, Rabu (8/1) diharapkan dapat menjadi sentimen yang mendorong penguatan rupiah.

Yudi menambahkan dari dalam negeri esok akan rilis data consumer confidence yang kemungkinan akan direspon oleh pasar.

“Kalau memang ini terus memanas dan saling mengancam untuk berbalas ketidakpastian masih relatif tinggi sehingga investor global akan pindah ke aset-aset yang cenderung aman seperti emas, euro, US treasury dan JPY dan akhirnya sebagian besar mata uang Asia juga akan melemah terhadap dolar,” kata Josua.

Josua memproyeksikan rupiah masih akan melanjutkan pelemahan di rentang Rp 13.900- Rp 14.000 per dolar AS. Sedangkan Yudi memproyeksikan rupiah masih akan melemah di rentang Rp 13.890 – Rp 14.120 per dolar AS.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru