Wall Street TerJatuh Ditengah Memanasnya Timur Tengah
digtara.com | NEW YORK – Pasca serangan udara Amerika Serikat (AS) kembali memanaskan kondisi Timur Tengah Wall Street merosot sekitar 1% pada pembukaan perdagangan Jumat (3/1/2020) waktu setempat.
Baca Juga:
Investor memilih menjauh dari aset berisiko setelah serangan udara AS di Irak yang menewaskan seorang komandan Iran dan meningkatkan ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 315,47 poin, atau 1,09%, pada pembukaan menjadi 28.553,33. Indeks S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 31,49 poin, atau 0,97%, pada 3.226,36, sedangkan Indeks Nasdaq Composite turun 115,76 poin, atau 1,27%, menjadi 8.976,43 saat bel pembukaan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah untuk membalas dendam setelah Qassem Soleimani, kepala pasukan elit Iran Quds, terbunuh dalam serangan udara di Baghdad yang disahkan oleh Presiden Donald Trum
Simak 6 Saham Rekomendasi Analis: IHSG Berpotensi Menguat Lagi Hari Ini Rabu 12 November 2025
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia