Jumat, 30 Januari 2026

Tahun 2020, Saham-saham Syariah Diproyeksi Masih Stabil

- Rabu, 01 Januari 2020 03:13 WIB
Tahun 2020, Saham-saham Syariah Diproyeksi Masih Stabil

digtara.com | JAKARTA – Sepanjang tahun 2019, Saham-saham syariah mencatatkan kinerja yang baik. Pada penutupan perdagangan Senin (30/12), indeks saham-saham syariah mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat bertumbuh 1,70%.

Baca Juga:

Adapun indeks Jakarta Islamis Index (JII) tercatat naik 1,88%, indeks Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) naik 2,03%, dan indeks Jakarta Islamic Index 70 (JII70) naik 2,56%.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony melihat pertumbuhan yang baik dari indeks saham syariah disebabkan persyaratan untuk masuk dalam kategori indeks tersebut lebih ketat. Diantaranya, kinerja keuangan yang baik dengan utang yang kecil.

“Dikarenakan utang yang tidak terlalu besar, perusahaan lebih stabil menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak pasti,” kata Chris.

Oleh karenanya, di tahun 2020 saham-saham syariah diproyeksi masih stabil dan berpotensi mengalami kenaikan karena utangnya yang tidak terlalu besar.

Meskipun berporspek positif, Chris tetap menyarankan investor untuk mengamati saham-saham syariah yang cenderung mencetak kenaikan pendapatan dan kinerja sehingga yang layak untuk investasi.

Di sisi lain, menghindari perusahaan-perusahaan yang secara kinerja terus menurun atau secara prospek sektoral dalam tahap tren menurun.

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto melihat saham-saham syariah selama ini kurang diperhatikan oleh pasar, sehingga pergerakannya cenderung flat. Saham syariah menjadi relatif lebih baik dibandingkan IHSG karena Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPS) menguat secara dominan sepanjang tahun 2019.

Untuk tahun depan, William masih merekomendasikan saham BTPS di antara saham-saham syariah lain. Sebab, BTPS merupakan saham syariah yang terlikuid dengan tren saham menguat. “Rekomendasi buy dengan target 4.700,” kata William.

Adapun berdasar RTI Business, per Senin (30/12) BTPS ditutup pada harga Rp 4.250 per saham. Selama setahun pergerakan harga saham ini menguat 136,77%.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo

Komentar
Berita Terbaru