Bursa Asia Bergerak Mixed Cenderung Melemah
digtara.com | JAKARTA – Perdagangan terakhir bulan November ini. Jumat (29/11/2019) pukul 8.43 WIB Bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Di mana indeks Nikkei turun tipis 0,01% ke 23.407. Hang Seng merosot 1,54% ke 26.483.
Baca Juga:
Indeks Shanghai pun terkoreksi 0,02% ke 2.889. Indeks Taiex melemah 0,35% ke 11.581. Kospi turun 0,85% ke 2.100. Sedangkan Straits Times tergerus 0,37% ke 3.188. Indeks bursa Malaysa FTSE turun 0,10% ke 1.582.
Pernyataan balas dendam China setelah Amerika Serikat (AS) meloloskan RUU yang mendukung demonstrasi anti-pemerintah Hong Kong menjadi penekan bursa dalam dua hari terakhir ini.
“Karena legislasi AS ini disetujui penuh oleh Senat dan hanya satu anggota DPR yang menentang, RUU ini diprediksi segera efektif,” kata Norihiro Fujito, chief investment strategist Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities kepada Reuters.
Fujito mengatakan, China sudah diprediksi akan melawan hal ini. “Pertanyaan selanjutnya adalah apa langkah nyata yang akan diambil China. Asumsi yang beredar di investor adalah bahwa langkah ini tidak akan mengganggu kesepakatan dagang karena China tertekan pelemahan ekonomi,” imbuh dia.
IHSG Diproyeksi Masih Tertekan pada Awal Pekan, Berpotensi Uji Level 5.723
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham