Mayoritas Bursa Asia Menguat
digtara.com | JAKARTA – Pada awal perdagangan Jumat (22/11). Pukul 08.25 WIB mayoritas nursa Asia menguat. Indeks Nikkei 225 naik 119,49 poin atau 0,52% ke 23.157,36, Taiex naik 10,28 poin atau 0,12% ke 11.572,24, Kospi naik 7,67 poin atau 0,36% ke 2.104,11, ASX 200 naik 44,39 poin atau 0,66% ke 6.716,70, Straits Times naik 11,23 poin atau 0,35% ke 3.203,67.
Baca Juga:
Sementara FTSE Malaysia terkoreksi 1,89 poin atau 0,12% ke 1.590,30. Meski begitu, kenaikan bursa Asia masih cenderung terbatas lantaran dibayangi kekhawatiran mengenai kelanjutan perundingan dagang Amerika Serikat dan China.
Kekhawatiran bahwa kesepakatan dagang fase satu antara AS-China yang mungkin tidak akan terjadi di akhir tahun ini membebani sentimen bursa saham.
“Saya siap untuk menyerah pada kesepakatan dagang kemarin. Tetapi tampaknya orang China tidak boleh,” kata Greg McKenna, ahli strategi di McKenna Macro seperti dikutip Reuters.
Tetapi analis ANZ mengatakan dalam riset paginya bahwa investor mulai memangkas ekspektasi kesepakatan dagang setelah perang dagang berlangsung 16 bulan.
“Adil untuk mengatakan bahwa tanda-tanda kelelahan headline perdagangan sedang muncul di pasar,” jelas analis ANZ dalam risetnya yang dikutip Reutes.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia