Awal Perdagangan, IHSG Dibuka Memerah
digtara.com | JAKARTA – Awal perdagangan Jumat (22/11/2019) sekira Pukul 09.05 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka memerah. IHSG melemah 4,1 poin atau 0,07% ke 6.113,87.
Baca Juga:
Ada 102 saham naik, 85 saham turun dan 124 saham tak bergerak. Tujuh sektor saham selamat ke zona hijau, sedangkan tiga sektor saham lainnya masuk zona merah.
Sektor-sektor dengan kenaikan terbesar adalah sektor pertambangan yang naik 0,41%, sektor infrastruktur naik 0,42% dan sektor perkebunan yang naik 0,32%.
Sedangkan sektor-sektor saham yang melemah adalah sektor keuangan yang turun 0,47%, sektor perdagangan turun 0,16% dan sektor konstruksi terkoreksi 0,03%.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 361,25 juta saham dengan total nilai Rp 212,16 miliar.
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) (-2,53%)
2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (-1,98%)
3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) (-1,39%)
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (2,19%)
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (1,80%)
3. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (1,26%)
Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 17,92 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) RP 7 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 4 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 969,3 juta.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia