Senin, 29 Juni 2026

Rupiah Berbalik Arah ke Level Rp14.010/U$D

- Selasa, 05 November 2019 05:28 WIB
Rupiah Berbalik Arah ke Level Rp14.010/U$D

digtara.com | JAKARTA – Perdagangan siang ini Rupiah di pasar spot berbalik menguat. Berdasarkan Data Bloomberg pada pukul 11.45 WIB, rupiah ada di Rp 14.010 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat dari 0,03% sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.014 per dolar AS.

Baca Juga:

Sedangkan di JISDOR kurs rupiah melemah 0,21% di level Rp 14.031 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.002 per dolar AS.

Rupiah melemah bersama beberapa mata uang Asia lainnya seperti won Korea yang melemah 0,14%, peso Filipina yang melemah 0,15%, yen Jepang melemah 0,10%, ringgit Malaysia melemah 0,02% dan dolar Hong Kong melemah 0,01% terhadap dolar AS.

Sementara indeks dolar pagi ini ada di 97,54, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 97,50.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong

Komentar
Berita Terbaru