Rupiah Bakal Menguat Tersulut Sentimen Eksternal
digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan catatan Bloomberg pada perdagangan Jumat 1 November 2019 pukul 16.34 WIB, rupiah tercatat menguat 0,03% ke level Rp 14.038 per dolar AS dari penutupan sebelumnya.
Baca Juga:
Sebaliknya, kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, justru terkoreksi sebanyak 58 poin atau 0,41% menjadi Rp 14.066 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan awal pekan (4/11) diprediksi bakal menguat. Adapun sentimen yang bakal mendominasi pergerakan rupiah besok, diyakini banyak berasal dari eksternal.
Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, pergerakan rupiah berpeluang untuk menguat pada Senin (4/11). Dari dalam negeri, sentimen terkait berita inflasi Oktober yang cenderung rendah, masih menjadi sentimen positif bagi penguatan pasangan USD/IDR.
Sedangkan dari sentimen eksternal, China dikabarkan tengah meragukan kesepakatan dagang jangka panjang dengan Amerika Serikat (AS). “Alhasil, mata uang safe haven seperti yen dan swiss franc menguat di akhir pekan lalu,” jelas David.
Di sisi lain, klaim angka pengangguran AS yang dirilis akhir pekan lalu tercatat tumbuh lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Dengan begitu, David menilai berbagai sentimen tersebut mampu membawa rupiah menguat di kisaran Rp 14.000 per dolar AS, dengan potensi resistance di level Rp 14.080 per dolar AS, awal pekan ini.[kontan]
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis