IHSG Merosot 0,60% ke 6.258
digtara.com | JAKARTA – Pada penutupan perdagangan sesi I Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kamis (31/10) pukul 12.00 WIB, IHSG turun 37,53 poin atau 0,60% ke 6.258,21.
Baca Juga:
Ada 9 sektor turun, dengan penurunan terbesar pada sektor infrastruktur. Sektor ini melemah 2,49%. Sektor aneka industri turun 0,85%. Sektor konstruksi dan properti tergerus 0,62%. Sektor keuangan turun 0,47%. Sektor tambang melemah 0,28%. Hanya sektor perkebunan yang menguat 0,31%.
Dengan total volume transaksi bursa mencapai 13,32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,98 triliun. Penurunan harga terjadi pada 223 saham. Sebanyak 158 saham menguat dan 129 saham flat.
Top losers LQ45 hingga siang ini adalah:
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) -9,02%
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) -5,07%
PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) -4,76%
Top gainers LQ45 terdiri dari:
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) 2,96%
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) 1,52%
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 1,52$
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 405,85 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 169 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 121,5 miliar, dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) Rp 105,9 miliar.
Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 14,1 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 11,5 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 8 miliar.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia