Pemotongan Suku Bunga The Fed Pengaruhi IHSG
digtara.com | JAKARTA – Pada akhir perdagangan Rabu 30 Oktober 2019 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 0,23% ke level 6.295.
Baca Juga:
Menurut Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyebut hijaunya IHSG hari ini dipengaruhi oleh ekspektasi positif dari pasar yang menanti pengumuman penurunan suku bunga The Fed. Wawan menilai hari ini sentimen suku bunga The Fed menjadi sentimen yang paling mendominasi pergerakan pasar.
Head of Research Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menambahkan penguatan IHSG hari ini didorong oleh sektor pertambangan yang menguat 2,34% dan pergerakan saham BMRS yang melesat 11,54% pasca rilis laporan keuangan kuartal III-2019 yang hasilnya positif.
Lanjar bilang, selanjutnya investor akan menanti data inflasi yang akan rilis awal bulan November sembari merefleksikan hasil keputusan The Fed terkait penurunan suku bunga.
Pada perdagangan hari ini, analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menambahkan selain masih akan dipengaruhi oleh sentimen pemotongan suku bunga The Fed, IHSG juga akan dipengaruhi sentimen perundingan antara AS-China dan rilisnya data laporan keuangan emiten di kuartal III-2019.
Pada perdagangan esok hari, Cathy memperkirakan IHSG akan kembali menguat dan bergerak di level support dan resistance di 6.230 – 6.295.
Sementara Wawan juga optimistis IHSG akan kembali menguat di level 6.275-6.350.
Sedangkan Nafan melihat IHSG akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat diwarnai sedikit tekanan selama jam perdagangan dengan support dan resistance masing-masing di 6.280 dan 6.350.[kontan]
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis