Senin, 04 Mei 2026

Rapat FOMC Jadi Katalis Positif bagi Rupiah

- Selasa, 29 Oktober 2019 00:32 WIB
Rapat FOMC Jadi Katalis Positif bagi Rupiah

digtara.com | JAKARTA – Di perdagangan awal pekan 28 Oktober 2019 pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS kembali menguat. Penantian pasar terhadap hasil rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini menopang penguatan rupiah.

Baca Juga:

Hingga akhir perdagangan, rupiah menguat 0,07% sehingga berada di level Rp 14.028 per dolar AS. Penguatan juga terjadi pada kurs tengah BI yang berada di level Rp 14.023 atau menguat 0,29%.

Menanggapi hal tersebur, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan bahwa penguatan terjadi karena aksi wait and see pelaku pasar terhadap hasil rapat FOMC pada pekan ini.

“Pelaku pasar berekspektasi bahwa The Fed masih memiliki peluang memangkas suku bunganya karena data-data yang dirilis AS beberapa lalu tidak menunjukkan hasil positif. Respon wait and see terhadap rapat FOMC menjadi katalis positif bagi rupiah,” ujar Reny.

Dia menjelaskan dari dalam negeri masih ada efek dari pemangkasan suku bunga BI pada pekan lalu. Suku bunga BI yang sebesar 5% ini menyebabkan aliran dana asing yang masuk ke pasar obligasi cukup besar sehingga dinilai berdampak positif juga bagi pergerakan rupiah.

Hal senada dikatakan Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim juga mengatakan bahwa rupiah menguat karena pasar juga mulai fokus pada prediksi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Hanya saja, Ibrahim menilai masih ada kemungkinan bahwa The Fed enggan untuk memangkas suku bunganya.

Ibrahim juga menyampaikan bahwa ada sentimen positif dari domestik terkait rencana pemerintah melalui menteri keuangan untuk melakukan reformasi total. Dalam hal ini, reformasi yang dimaksud adalah di bidang perpajakan dan perijinan.

“Hal ini berguna untuk menambah pendapatan untuk negara dan akan kembali melakukan strategi bauran guna untuk menambah daya gedor perekonomian sehingga konsumsi masyarakat kembali normal,” jelas Ibrahim.

Reny dan Ibrahim menilai hari ini kurs rupiah masih akan melanjutkan penguatan kembali. Reny menebak rupiah akan berada di rentang Rp 13.970 – Rp 14.060 per dolar AS. Mereka berpendapat katalis dari menjelang rapat FOMC masih akan membayangi pergerakan rupiah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru