Rupiah Cenderung Turun Disebabkan Efek Jokowi Memudar
digtara.com | JAKARTA – Hari ini, kurs rupiah spot cenderung turun. Dominasi sentimen eksternal diyakini masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (25/10/2019).
Baca Juga:
Pada perdagangan Kamis (24/10/2019) kemarin kurs rupiah spot ditutup turun 0,19% ke level Rp 14.059 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) atau JISDOR, rupiah berhasil tembus ke bawah level psikologis atau menguat 0,39% dari perdagangan sebelumnya, menjadi Rp 13.996 per dolar AS.
Menurut Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengungkapkan, transaksi hari ini rupiah sempat dibuka menguat di level Rp 13.980 per dolar AS. Tapi, sejak sesi siang kurs rupiah spot kembali melemah hingga akhir perdagangan.
Salah satu penyebabnya adalah karena sentimen domestik seperti efek pergantian pemerintahan Joko Widodo yang mulai memudar di kalangan pelaku pasar. Pelaku pasar kini menanti program kerja 100 hari kabinet baru.
“Hari Ini, rupiah kemungkinan bergerak sempit dengan kecenderungan melemah. Sentimennya masih didominasi dari eksternal,” kata Ibrahim.
Pasar masih menunggu perkembangan Brexit hingga akhir bulan. Pasar global pun menunggu Federal Open Market Committee dan European Central Bank soal arah moneter pada pekan depan.
Dia memperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak antara Rp 14.010 per dolar AS hingga Rp 14.070 per dolar AS.
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 13 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Saham Pilihan Analis
Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 11 Agustus 2026
Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 10 Agustus 2026