IHSG Terduduk di Zona Merah
digtara.com | JAKARTA – Sejak awal perdagangan Stabil bergerak di zona hijau namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada pukul 11.08 WIB, Rabu (16/10). IHSG turun tipis 0,04% ke 6.155 sekitar satu jam menjelang tutup perdagangan sesi I.
Baca Juga:
Empat sektor menurun, dengan pelemahan terbesar pada sektor infrastruktur yakni 1,06%. Sektor aneka industri turun 0,43%. Sektor tambang pun melemah 0,25%.
Sektor konstruksi dan properti masih menguat 0,33%. Sektor perdagangan dan jasa pun menguat 0,32%. Sedangkan sektor barang konsumen menguat 0,21%.
Top losers LQ45 masih belum banyak berubah dari awal perdagangan, yakni
PT BTPN Syariah Tbk (BTPS) -4,95%
PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) 3,21%
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) -3,05%
Investor asing mencatat net sell Rp 92,52 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan net sell terbesar adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 58 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 46,2 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 39,7 miliar.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia