Jelang Akhir Pekan, Rupiah Semakin Gagah
digtara.com | JAKARTA – Mendekati akhir pekan. Jumat (4/10) pukul 09.14 WIB Nilai tukar rupiah makin kuat. Kurs rupiah spot menguat 0,34% ke Rp 14.124 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Ini adalah penguatan rupiah di hari ketiga secara berturut-turut setelah Selasa lalu menyentuh Rp 14.216 per dolar AS yang merupakan level paling lemah rupiah dalam sebulan terakhir.
Penguatan rupiah ini memanfaatkan pelemahan dolar AS. Mata uang Paman Sam melemah setelah tiga rilis data ekonomi menunjukkan penurunan. Kamis (3/10), Institute for Supply Management merilis data aktivitas non-manufaktur yang mencapai level terendah dalam tiga tahun.
Indeks aktivitas non-manufaktur turun ke level 52,6 pada bulan September. Ini adalah level terendah sejak Agustus 2016. Data ini muncul setelah dua hari sebelumnya ISM merilis angka aktivitas manufaktur yang kontraksi dalam dua bulan terakhir dan merupakan level terendah dalam 10 tahun.
Data ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pemburukan ini menyebabkan kurs dolar melemah. Sejak kemarin, indeks dolar turun ke bawah level 99. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini berada di 98,83, melemah 0,55% dari posisi awal pekan.
Seluruh mata uang Asia pagi ini menguat terhadap the greenback. Won memimpin penguatan sebesar 0,60%, disusul dolar Taiwan, pesok, rupiah, dolar Singapura, yen, ringgit, baht, yuan offshore, dan dolar Hong Kong.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed