Dolar AS Kian Perkasa Tersulut Euro Tertekan Inflasi Jerman
digtara.com | NEW YORK – Penutupan perdagangan Senin waktu setempat Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap enam mata uang utama. Dolar AS perkasa terhadap euro yang sedang tertekan, setelah data inflasi Jerman tidak sesuai yang diharapkan.
Baca Juga:
Mengutip Xinhua, Selasa (1/10/2019), tingkat inflasi di Jerman yang diukur dengan indeks harga konsumen mencapai 1,2% pada September. Menurut perkiraan yang dirilis oleh Destatis Jerman, realisasi itu jauh dari ekspektasi pasar 1,3%.
Dolar pun menguat 0,28% menjadi 99,3795 pada akhir perdagangan. Di mana dalam perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,0901 dari USD1,0941 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2296 dari USD1,2290 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6750 dari USD0,6761.
Dolar AS membeli 108,07 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,82 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik hingga 0,9982 franc Swiss dari 0,9902 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3236 dolar Kanada dari 1,3245 ​​dolar Kanada.[oke]
Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis