Rabu, 06 Mei 2026

Bursa Asia Cenderung Melemah

- Senin, 30 September 2019 02:46 WIB
Bursa Asia Cenderung Melemah

digtara.com  | JAKARTA – Perdagangan pada Senin (30/9/2019) pagi sekira pukul 8.36 WIB Bursa saham Asia bergerak cenderung melemah. Indeks Nikkei turun 0,46% ke 21.777. Hang Seng melemah 0,40% ke 25.854.

Baca Juga:

Di mana indeks Taiex melemah 0,39% ke 10.829. Indeks Straits Times turun 0,38% ke 3.113. FTSE Bursa Malaysia melemah tipis 0,03% ke 1.583. Hanya indeks Kospi yang pagi ini menguat tipis 0,07% ke 2.051.

Sementara, bursa saham tergerus setelah adanya laporan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah radikal dengan memperketat aturan perusahaan tercatat dan mengancam delisting perusahaan-perusahaan China yang tercatat di AS. Langkah delisting dari bursa AS ini merupakan bagian dari upaya membatasi investasi AS di perusahaan China.

“Meski China memiliki current account surplus dan net creditor, perusahaan-perusahaan China merupakan net debtor dan bergantung pada modal asing,” kata Koji Fukaya, presiden Office Fukaya Consulting kepada Reuters.

Fukaya mengatakan, AS berupaya membatasi aktivitas perusahaan China lewat tekanan pada pendanaan. Langkah ini muncul menjelang negosiasi dagang kedua negara yang akan digelar pada 10-11 Oktober mendatang.

“Pada titik ini, pasar harus wait and see. Tentu investor perlu memilah berita yang gila tapi minggu ini bisa sedikit tenang karena libur di China. Data ekonomi akan mencari pendorong utama pasar,” kata Kyosuka Suzuki, direktur valas Societe Generale kepada Reuters.

Sementara itu, Jepang melaporkan output pabrik yang turun lebih besar daripada ekspektasi pada bulan Agustus. Produksi industri turun 1,2% pada bulan Agustus, jauh lebih besar daripada prediksi penurunan 0,5%.

Perusahaan-perusahaan manufaktur yang disurvei oleh Kementerian Perdagangan memperkirakan produksi industri akan naik 1,9% pada bulan September dan turun 0,5% pada bulan Oktober.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

Komentar
Berita Terbaru