Selasa, 05 Mei 2026

Analis: Rupiah Masih Dibayangi Aksi Demo

- Minggu, 29 September 2019 23:58 WIB
Analis: Rupiah Masih Dibayangi Aksi Demo

digtara.com | JAKARTA – Pekan lalu hingga penutupan perdagangan Jumat (27/9/2019) Rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Tren koreksi ini diperkirakan masih membayangi pergerakan rupiah di awal pekan depan.

Baca Juga:

Melansir Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,05% ke level Rp 14.172 per dolar AS pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga melemah 0,25% ke Rp 14.197 per dolar AS.

Menurut Analis Monex Investindo Andian Wijaya mengatakan, pelemahan yang terjadi pada Jumat (27/9) masih dipengaruhi oleh aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak beberapa revisi undang-undang. Meskipun aksi tersebut sudah mereda dalam waktu dekat ini, Andian menilai rupiah masih akan melemah.

“Isunya masih akan terus melemah jika demonstrasi masih akan berlanjut hingga 20 Oktober pada saat pelantikan,” jelas Andian.

Dia mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan dolar AS yang juga menguat di akhir pekan. Hal ini dikarenakan harapan negosiasi dagang antara AS dan China kembali muncul menjelang pertemuan kedua kepala negara tersebut yang rencana dilakukan pada bulan depan.

“Kita lihat hasilnya nanti bagaimana, jika membaik akan menguatkan dollar AS kembali,” ujar Andian.

Hal Senada dikatakan Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri juga mengatakan aksi unjuk rasa masih menjadi pemicu utama terkoreksinya rupiah di akhir pekan. Ia juga bilang hal ini ditambah data-data ekonomi yang minim di akhir bulan sehingga belum ada sentimen positif yang menghambat pelemahan rupiah.

“Aksi unjuk rasa di beberapa wilayah akhir-akhir ini menjadi katalis negatif yang menurunkan kepercayaan investor. Total ada lebih dari Rp 1,5 miliar aliran dana asing di pasar saham yang keluar selama aksi unjuk rasa terjadi belakangan,” jelas Reny.

Dia menegaskan rupiah masih akan tertekan pada awal pekan depan. Ia menyampaikan aksi unjuk rasa yang isunya akan terjadi lagi masih menjadi fokus pasar saat ini. Selain itu, pelemahan rupiah juga didukung oleh kondisi ketidakpastian negosiasi dagang antara AS dan China yang menyebabkan investor kembali beralih ke aset-aset safe haven.

Sependapat, Andian juga bilang kondisi politik dalam negeri terkait unjuk rasa masih membayangi rupiah pada Senin (30/9) pekan depan.

Meskipun demikian, ia mengatakan pelemahannya terhitung tipis. Untuk di awal pekan, Andian memperkirakan rupiah melemah di kisaran Rp 14.200 – Rp 14.250 per dolar AS.

Sedangkan Reny memperkirakan mata uang garuda akan bergerak pada rentang Rp 14.160 – Rp 14.230 per dolar AS.[kontan]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO

Komentar
Berita Terbaru