Dolar AS Naik dari Sekeranjang Mata Uang
digtara.com | NEW YORK – Awal perdagangan Kamis (26/9/2019) pagi ini Dolar Amerika Serikat (AS) naik dari sekeranjang mata uang. Pergerakan rebound dolar terjadi setelah penurunan hari sebelumnya karena investor gelisah tentang penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga:
Mengutip Reuters, New York hari ini Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,7%, ini merupakan langkah kenaikan harian terbesar dalam hampir tiga bulan. Pada hari Selasa, indeks turun 0,3% untuk menyelesaikan sesi di 98,337.
Di mana Presiden Donald Trump mendesak presiden Ukraina untuk menyelidiki saingannya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, berkoordinasi dengan jaksa agung AS dan pengacara pribadi Trump, menurut ringkasan panggilan telepon yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Sementara, sehari sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi mengatakan majelis yang dipimpin Partai Demokrat meluncurkan penyelidikan impeachment resmi, menyiapkan pertikaian politik saat kampanye Trump untuk pemilihan kembali pada tahun 2020.
Dia menjelaskan Meningkatnya risiko politik telah mendorong daya tarik dolar bagi para investor yang mencari keselamatan dan stabilitas, kata para analis.
“Ada pertempuran politik yang terjadi di kedua sisi Atlantik,” kata Juan Perez, pedagang mata uang senior di Tempus Inc di Washington.
“Saya pikir secara keseluruhan status safe haven dolar dipahami,” katanya.
Greenback dipandang sebagai safe-haven karena posisinya sebagai mata uang cadangan dunia.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis