Analis: Rupiah Bakal Melanjutkan Penguatan
Digtara.com | JAKARTA – Pagi ini (23/9/2019), Kurs rupiah berpotensi melanjutkan penguatan awal pekan ini. Cuma, rentang pergerakan rupiah terbatas.
Baca Juga:
Di mana belum ada data ekonomi yang bisa menggerakkan rupiah dengan signifikan, baik dari internal maupun eksternal.
Namun, Pelaku pasar masih merespons kebijakan The Federal Reserve dan Bank Indonesia (BI) yang sama-sama memangkas suku bunga acuan pekan lalu.
“Pasar masih merespons kebijakan tersebut,” tandas Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, akhir pekan lalu.
Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menambahkan, kini pelaku pasar lebih bersikap wait and see sambil fokus pada rencana negosiasi dagang antara AS dan China. “Karena itu, rupiah masih ada harapan untuk menguat,” lanjut dia.
Ibrahim memperkirakan, kurs rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 14.035–Rp 14.095 per dollar AS. Sedangkan Josua menghitung, rupiah akan bergerak dalam rentang Rp 14.000–Rp 14.100 per dollar AS.
Jumat (20/9) lalu, kurs rupiah di pasar spot naik 0,04% menjadi Rp 14.055 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah BI juga menanjak 0,10% ke Rp 14.085 per dollar AS.
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi
IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis