Rupiah Terperosok di Awal Pekan
Digtara.com | JAKARTA – Awal pekan ini. Senin (16/9) pukul 8.09 WIB nilai tukar rupiah melemah tipis. kurs rupiah spot berada di Rp 13.990 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,16% ketimbang posisi akhir pekan lalu pada Rp 13.967 per dolar AS.
Baca Juga:
Sementara, kurs rupiah menguat dalam empat pekan berturut-turut hingga pekan lalu. Rupiah pun akhirnya bergerak di bawah level Rp 14.000 per dolar AS dalam tiga hari perdagangan terakhir. Jumat lalu rupiah mencapai level terkuat sjak 23 Juli 2019.
Di mana Rupiah pagi ini melemah bersama dengan hampir seluruh mata uang Asia. Penguatan hanya tampak pada safe haven yen sebesar 0,0,43% terhadap dolar AS.
Sedangkan pelemahan nilai tukar mata uang Asia pagi ini cenderung disebabkan oleh koreksi. Karena dalam sepekan terakhir mata uang Asia kompak menguat terhadap the greenback. Sepekan lalu, rupee memimpin penguatan sebesar 1,12%, disusul yuan offshore 0,83%, dollar Taiwan 0,69%, dan won 0,68%. Rupiah sepekan menguat 0,26%.
Kurs dolar AS pagi ini justru melemah. Indeks dolar berada di 98,09. Indeks dolar ini turun dalam tiga hari perdagangan terakhir. Dalam tiga hari, indeks yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ini turun 0,56%.
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia