Usai Turun di Awal Pekan, IHSG Akhirnya Naik 7 Poin
Digtara.com | JAKARTA – Awal pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat setelah turun dua hari berturut-turut sejak awal pekan. Rabu (4/9) pukul 9.08 WIB, IHSG naik 7 poin atau 0,10% ke 6.267.
Baca Juga:
Ternyata, ada 4 sektor yang menguat di awal perdagangan. Sektor tambang memimpin kenaikan sebesar 1,60%. Sektor perdagangan dan jasa menguat 0,65%. Sektor konstruksi dan proprti naik 0,15%. SEdangkan sektor infrastruktur naik tipis 0,02%.
Di mana sektor aneka industri mencatat penurunan terbesar, yakni hanya 0,21%. Sektor perkebunan melemah 0,15%. Sektor keuangan pun tergerus 0,10%.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
PT Indika Energy Tbk (INDY) 5,88%
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) 4,28%
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 3,58%
Top losers LQ45 terdiri dari:
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 1,01%
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 1%
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 0,99%
Sementara, investor asing mencatat penjualan bersih Rp 4,95 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 12,2 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 7,6 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 2,5 miliar.
Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 3,8 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 3,7 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 2,7 miliar.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat 1,96 Persen, Harga Minyak Turun Jadi Sentimen Positif Pasar
IHSG Ditutup Melemah ke 6.101, Saham Komoditas Jadi Penekan Utama
IHSG Ditutup Melemah 0,98 Persen, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham untuk Dicermati
IHSG Diproyeksi Menguat pada Perdagangan Senin, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham
IHSG Diproyeksi Bergerak di Kisaran 6.100–6.250, MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia