Analis: IHSG berpeluang Menguat
Digtara.com | JAKARTA – Sentimen perang dagang masih menjadi penggerak utama IHSG. Tidak banyak sentimen baru yang mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini.
Baca Juga:
Menurut Analis menilai, meredanya sentimen perang dagang AS dan China membuat IHSG berpeluang menguat hari ini. Kemarin, IHSG juga sukses naik 0,12% jadi 6.289,12.
Pelaku pasar masih perlu mewaspadai kemungkinan perang dagang kembali bergejolak. Pelaku pasar global menyikapi hal tersebut dengan menanamkan investasi di instrumen safe haven, seperti emas. Tak heran. harga emas dunia cenderung meningkat.
“Penguatan harga emas dan nikel dunia berdampak pada saham pertambangan dan menggerakkan saham-saham tambang,” terang Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital, kemarin.
Menurut Analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai IHSG akan bergerak menguji resistance di 6.300. Hal ini mengindikasikan koreksi IHSG mulai berakhir.
“Investor bisa mulai berbelanja saham pekan depan,” kata dia.
Dia memprediksi IHSG akan bergerak antara 6.250–6.320. Sedang Chris memprediksi IHSG bergerak antara 6.250–6.310.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi