Mata Uang Garuda Naik di Level Rp14.200-an/U$D
Digtara.com | JAKARTA – pada perdagangan pagi ini, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat. Meski demikian, Rupiah masih berada di level Rp14.200-an per USD.
Baca Juga:
Berdasarkan Bloomberg Dollar Index pada Jumat (16/8/2019) pukul 09.15 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 35 poin atau 0,25% ke Rp14.205 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.194-Rp14.207 per USD.
YahooFinance mencatat Rupiah menguat 25 poin atau 0,17% ke Rp14.205 per USD. Mata uang Garuda itu bergerak di kisaran Rp14.180 per USD-Rp14.292 per USD.
Sementara, salah satu sentimen positif pada pergerakan nilai tukar Rupiah adalah optimisme Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal perekonomian Indonesia. Dalam pidato kenegaraan dan nota keuangan, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia tidak takut terhadap persaingan.
Hal itu akan dihadapi dengan kreativitas, inovasi, dan kecepatan yang di miliki Indonesia. Maka perubahan perlu dilakukan, cara-cara lama yang tidak kompetitif tidak bisa diteruskan, harus diganti dengan strategi baru.
“Kita tidak cukup hanya lebih baik dari sebelumnya. Tetapi kita harus lebih baik dari yang lainnya,” paparnya.
Menurutnya, dalam kompetisi global yang ketat di mana saling berebut pengaruh, pasar, dan investasi, Indonesia harus lebih cepat dan lebih baik dibandingkan negara-negara lain.
“Kita harus lebih cepat dan lebih baik dibanding negara-negara tetangga,” imbuhnya.
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed