Analisis: Rupiah akan Lanjutkan Pelemahan
Digtara.com | JAKARTA – Analis meramalkan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS masih terjadi di akhir pekan lalu. Kondisi ini diprediksi masih akan berlanjut di pekan depan.
Baca Juga:
Sementara, pada penutupan perdagangan Jumat (2/8), rupiah spot melemah 0,49% ke Rp 14.185 per dolar AS. Dalam sepekan, nilai tukar rupiah melemah 1,26%.
Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pada pekan depan, rupiah dinilai masih akan tertekan oleh keperkasaan dolar AS. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak melemah di level Rp 14.125-Rp 14.250.
Sedangkan data domestik pekan depan yang akan rilis seperti GDP kuartal II dan current account diprediksi agak melambat sehingga mempengaruhi rupiah untuk masih melemah.
Sementara itu, rupiah pada pekan kemarin tertekan oleh faktor eksternal terkait keputusan Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps.
Ia berpendapat pemangkasan suku bunga ini memberi sinyal bahwa perekonomian AS masih optimistis bagus.
Selain itu, Josua juga berpendapat rupiah semakin tertekan dengan perkembangan perang dagang antara AS dan Tiongkok.
Setelah tidak ada kesepakatan antara kedua negara di pertemuan Shanghai, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan bahwa AS akan mengenakan tarif baru untuk produk dari China sebesar 10%.
“Efek dari implementasi tarif baru terhadap produk Tiongkok akan berdampak pada perlambatan ekonomi Tiongkok dan pada akhirnya mempengaruhi juga mitra dagang Tiongkok, terutama negara-negara di Asia,” tambahnya.[kontan]
IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang
IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama
IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis
IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS
IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi