Siang Ini, Kurs Rupiah Melemah ke Level Rp14.228/U$D
Digtara.com | JAKARTA – Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (2/8) pukul 13.03 WIB di pasar spot, kurs rupiah melemah di level Rp 14.228 per dolar AS, melemah 0,79% dari posisi penutupan kemarin pada Rp 14.116 per dolar AS.
Baca Juga:
Berdasarkan data JISDOR rupiah juga ikut melemah 0,74% di level Rp 14.203 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin US$ 14.098 per dolar AS.
Menurut Kepala Ekonom UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan, pergerakan rupiah cenderung masih akan terdepresiasi hingga sisa akhir tahun.
Dia menjelaskan bukan karena dampak dari penurunan suku bunga acuan The Fed (FFR) berkepanjangan, tapi juga karena kondisi fundamental Tanah Air yang masih terlilit defisit transaksi berjalan (CAD).
“Selama struktural CAD belum berubah, rupiah akan terus bergerak terdepresiasi secara terukur,” kata Enrico.
Sementara itu, dampak sikap The Fed yang hawkish terhadap kebijakan moneternya berhasil membuat dollar AS menguat terhadap mata uang dunia lainnya. Enrico memperkirakan, selama data ekonomi AS masih cukup solid peluang untuk FFR kembali dipangkas baru akan terjadi di Desember 2019.
Saat itu terjadi, bisa dipastikan aliran dana asing yang masuk ke negara berkembang atau emerging market seperti Indonesia cenderung akan melambat. Bahkan, tercermin dari kondisi Kamis (1/8), asing cenderung melakukan profit taking saat mengetahui sikap hawkish The Fed.[kontan]
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini, Bergerak di Kisaran Rp17.940–Rp17.990 per Dolar AS
Rupiah Masih Tertekan, Analis Prediksi BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed